Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » KPU Keluhkan Wartawan Abal-Abal

KPU Keluhkan Wartawan Abal-Abal

(187 Views) July 18, 2017 1:39 pm | Published by | No comment

Rombongan dari KPU Banyuwangi berdiskusi dengan pengurus PWI Banyuwangi kemarin

Banyuwangi, Memorandum – PWI Banyuwangi kedatangan tamu siang kemarin (17/7). Adalah rombongan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi yang bertandang ke kantor PWI Banyuwangi di kompleks Gesibu Blambangan. Kedatangan mereka untuk berdiskusi dengan pengurus PWI yang baru.

Rombongan dari KPU itu antara adalah Ketua KPU Samsul Arifin, dua komisioner KPU Suherman dan Edi Saiful Anwar dan Sekretaris KPUA. Faruq Eriyono. Mereka bertandang ke kantor Kompleks Gesibu Blambangan Jl. Diponegoro, Banyuwangi sekitar pukul 12.00 WIB. Selama kurang lebih satu jam berdiskusi dengan pengurus PWI Banyuwangi.

Dihadapan pengurus PWI Banyuwangi, Samsul Arifin menjelaskan fenomena banyaknya orang yang mengaku sebagai wartawan namun sebenarnya tidak memiliki kemampuan sebagai wartawan. “Mereka ini tidak tahu dan tidak menguasai materi yang akan ditanyakan,” ujarnya berkeluh kesah.

Pria yang pernah menjadi wartawan ini mencontohkan, beberapa orang yang mengklaim sebagai wartawan itu menanyakan biaya dan jumlah kandidat yang akan bertarung  pada pemilihan gubernur Jawa Timur  tahun 2018 mendatang. “Ya saya jawab saja itu bukan kewenangan kami,” katanya sambil tersenyum.

Dia juga berdiskusi dengan pengurus PWI terkait bagaimana menghadapi orang yang mengklaim sebagai wartawan tersebut. Sehingga pihaknya dapat mengambil sikap yang tepat tanpa menyinggung orang-orang tersebut.

Ketua PWI Banyuwangi, Syaifudin Mahmud, menyatakan, sikap PWI Banyuwangi sangat jelas. Wartawan yang professional adalah wartawan yang mengedepankan kode etik jurnalistik. “Wartawan yang professional itu bernaung dibawah perusahaan pers yang jelas yakni yang sudah berbadan hukum,” tegasnya.

Pria yang akrab dipanggil Aif ini menyatakan, di era sekarang ini wartawan seharusnya sudah mengantongi uji kompetensi wartawan (UKW). Sebagai narasumber KPU berhak untuk menanyakan kartu UKW pada masing-masing wartawan sebagai bukti wartawan tersebut sudah kompeten dalam menjalankan tugasnya.

Menurutnya, untuk mendapatkan sertifikat UKW ini seorang wartawan harus melalui proses yang sangat ketat dan diuji oleh orang yang sangat berkompeten. “Wartawan yang sudah lulus uji kompetensi terdaftar di Dewan Pers,” bebernya.(jai)

Sumber | Surat Kabar Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for KPU Keluhkan Wartawan Abal-Abal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*