Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » KERIS GAGAK MAS BAGUS WANGSAKARYA [Guru Pangeran Mas Tawangalun]

KERIS GAGAK MAS BAGUS WANGSAKARYA [Guru Pangeran Mas Tawangalun]

(436 Views) March 13, 2017 9:25 pm | Published by | No comment

Gambar-Keris@Hanya-Ilustrasi

Banjoewangie Tempo Doeloe | Ketika Pangeran Mas Tawangalun Menghadap ke Mataram diiringi oleh Mas Bagus Wangsakarya, gurunya, empat orang anaknya dari Dewi Sumekar dan tujuh orang manggalanya serta 500 orang pengiring.

Di balai penghadapan. Kangjeng Sinuhun Senapati Cakraadiningrat di Mataram dihadap gurunya, Pangeran Kadilangu, para pangeran dan para bupati ,Anak-anak para bupati tengahan diperintahkan bermain sodoran di alun-alun, demikian pula empat orang anak Tawangalun. Dengan rendah hati Pangeran Tawangalun menjelaskan bahwa anak-anaknya tidak dapat bermain karena di Macanputih tidak ada permainan sodoran.

Di luar pengetahuan mereka ternyata empat orang anak Macanputih itu ke luar ke alun-alun, dan tak ada seorang jua pun anak bupati tengahan yang berani menghadapinya.

Dalam pada itu Pangeran Kadilangu, guru Kangjeng Sinuhun Mataram, karena rasa hausnya, minta keris Mas Bagus Wangsakarya, guru Pangeran Mas Tawangalun, hendak diminumnya. Mas Bagus Wangsakarya menyerahkan kerisnya si Gagak kepada Pangeran Kadilangu. Setelah keris diterima, dilolos, diteguknya. Bilah keris habis menjadi air, tinggal hulu dan sarungnya, diserahkan kembali kepada Mas Bagus Wangsakarya. Pangeran Kadilangu takabur, berbalik memandang lebih “muda” orang-orang Macanputih.

Mas Bagus Wangsakarya dengan menahan geram memohon ijin kepada Kangjeng Sinuhun. Senapati Cakraadiningrat hendak membalas rasa malunya di balai penghadapan.Sunan Mataram menyetujui. Mas Bagus Wangsakarya segera bertepuk tangan berseru memanggil kerisnya si Gagak. Tiba-tiba keris si Gagak pulih berujud kembali, ujungnya menembus punggung sedang pangkalnya tersembul di dada Pangeran Kadilangu. Seketika Pangeran Kadilangu muntah darah dan meninggal.

Dengan demikian ngelmu guru Macanputih tetap lebih tua dari pada ngelmu guru Mataram, dan dengan demikian pula guru Macan putih lebih unggul dari pada guru mataram.

Saat itu keempat orang anak Macanputih segera berdiri dan berseru lantang menantang orang-orang Mataram serta menyatakan tidak sudi lagi menghadap ke Mataram. Ketujuh orang manggala pun mengamuk di balai penghadapan. Semuanya bubar.

Tujuh orang manggala andalan Macanputih ketika mengamuk di balai penghadapan tidak ada yang berani menghadapinya. Maka raja Matarajn meninggalkan balai penghadapan dengan diam-diam. Di situpun ditunjukkan kelebihan ketujuh manggala andalan Macanputih ketika di Mataram, tidak ada yang berani menghadapi mereka. sejak saat itu,blambangan tidak mau mengakui Mataram dan menjadi Kerajaan Bebas Merdeka

Pangeran Mas Tawangalun beserta gurunya, keempat orang anaknya dan ketujuh orang andalannya kembali ke Macanputih. Pangeran Tawangalun dinobatkan menjadi Kangjeng Sinuhun Tawangalun di Macanputih. Rakyatnya sejahtera, kehidupannya makmur dan negaranya disegani.

Akhirnya Setelah lanjut usianya Kangjeng Sinuhun Tawangalun wafat, dimakamkan di Melecutan.

Terdapat gambaran bahwa raja memerintah dengan didampingi tua-tua selaku guru dan penasihat. Pangeran Mas Tawangalun memiliki guru Mas Bagus wangsakarya, sedang raja Mataram memiliki guru Pangeran Kadilangu. Hal itu kiranya merupakan adat kebiasaan yang berlaku pada masa itu. Terutama bila raja belum dewasa atau bila raja menghadapi kesulitan. Sudah barang tentu pilihan jatuh kepada tokoh yang cakap, bijaksana dan berwibawa pada masanya.

Pada tahun 2007 Banyuwangi Membuat Replika Keris Gagak Pancer yang Pertama,di buat Hanya 2 Buah,Bahanya terbuat dari Kinatah Emas dengan Relief Burung gagak Warna hitam yang mengepakan sayapnya.Di Harjaba Banyuwangi Ke.237 tahun 2008 keris itu di pamerkan.Keris Gagak Pancer di Serahkan Kepada bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari di saat peresmian Situs Macan Putih di kabat Pada tahun 2008

Di daerah Cungking terdapat petilasan makam Mas Bagus Wangsakarya. Orang-orang setempat mengenangnya dengan nama Buyut Cungking. Kesaktian Keris ini menjadi cerita turun-temurun dalam masyarakat Banyuwangi khususnya di daerah Cungking, Kecamatan Giri.

Sumber@Buku Koleksi BTD BABAD BLAMBANGAN KAJIAN HISTORIOGRAFI TRADISIONAL OLEH: DARUSAPUTRA 1993 & Beberapa Sumber ~

Oleh : MunawirBanjoewangie Tempo Doeloe

Categorised in:

No comment for KERIS GAGAK MAS BAGUS WANGSAKARYA [Guru Pangeran Mas Tawangalun]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*