Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Keluarga Rita Tak Ingin Musibah Arung Jeram Diproses Hukum

Keluarga Rita Tak Ingin Musibah Arung Jeram Diproses Hukum

(522 Views) November 18, 2016 2:28 pm | Published by | No comment
tak-mau-diproses-hukum

Sungai Kedung Lowo, saksi bisu lokasi tenggelamnya Rita Marta Ayu (dok)

Banyuwangi, Memorandum – Tenggelamnya Rita Marta Ayu saat melakukan arung jeram di sungai Kedung Lowo menjadi pelajaran bagi semua orang tentang pentingnya alat keselamatan. Dalam kejadian yang menimpa Mahasiswi Uniba Banyuwangi ini diyakini ada unsur kelalaian sehingga mengakibatkan terjadinya musibah itu. Namun keluarga korban tidak menginginkan kasus ini diperpanjang ke proses hukum.

Aparat Kepolisian sudah meminta keterangan sejumlah orang terkait musibah yang menelan satu nyawa itu. Termasuk empat rekan korban yang waktu itu ikut melakukan arung jeram bersama korban. Mereka adalah L. Andri alias Tolek, Dwi Bagus Ariansyah, A. Taufik, dan Sofian.

Dari keterangan mereka, diketahui arung jeram itu diawali dari bagian sungai yang ada di Dusun Srampon, Desa Segubang, Kecamatan Licin. Mereka berarung jeram di sungai itu hingga ke kedung Ceper. “Seharusnya, Kedung Ceper ini  menjadi pemberhentian terakhir arung jeram,” ujar Kapolsek Licin AKP Jupriadi melalui Kanit Reskrim Aiptu Hendrika.

Namun korban dan kawan-kawannya justru hanya beristirahat saja di Kedung Ceper. Setelah beristirahat sejenak, mereka melanjutkan arung jeram itu. Sampai akhirnya terjadilah musibah tersebut. Perahu karet yang ditumpangi korban anggota Mapala Uniba Banyuwangi itu terbalik sebelum memasuki air terjun Kedung Lowo.

Rekan-rekan korban dan seorang pemandu berhasil menyelamatkan diri. Sementara korban tenggelam dan hilang di sekitar air terjun Kedung Lowo. Rita Marta Ayu baru ditemukan dua hari setelah kejadian. Tubuhnya yang sudah tidak bernyawa mengambang dibagIan utara air terjun Kedung Lowo.

Mengenai dugaan adanya kelalaian dalam musibah ini, Hendrika menyatakan pihak keluarga korban tidak menginginkan kasus ini diproses. Mereka mengaku sudah ikhlas dengan kepergian korban. “Mereka tidak ingin diproses dan menganggap kejadian ini sebagai musibah,” jelasnya.(jai)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Keluarga Rita Tak Ingin Musibah Arung Jeram Diproses Hukum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*