Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » BANYUWANGI FESTIVAL » Kebo-Keboan Aliyan, Festival Adat Kabupaten Banyuwangi

Kebo-Keboan Aliyan, Festival Adat Kabupaten Banyuwangi

(165 Views) September 26, 2017 9:40 am | Published by | No comment
Banyuwangi merupakan Kabupaten kaya dengan berbagai macam tradisi, salah satunya di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi sedang berlangsung tradisi ritual adat  Keboan Aliyan, pada Minggu pagi (24/09/2017).

Kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh masyarakat Desa Aliyan pada bulan muharram atau suro menurut tradisi jawa, disisi lain mayoritas penduduk di Desa Aliyan mata pencahariannya itu sebagai petani di sawah, tradisi ritual adat keboan Aliyan ini diselenggarakan untuk mengawali musim bercocok tanam padi yang dilakukan oleh petani

Satu hari sebelum acara prosesi ritual adat Keboan Aliyan digelar, warga mendirikan gapura yang terbuat dari bambu dan membuatnya secara gotong royong, gapura gapura tersebut nantinya akan dihias dan digantungi dengan hasil panenan yang ditanam oleh warga masyarakat Desa Aliyan, diantaranya padi, palawija, buah-buahan, sayur sayuran dll.

Dengan terselenggaranya ritual adat ini petani berharap agar diberi keselamatan saat panen padi dan hasil panennya akan melimpah dan juga padi yang ditanamnya agar dijauhkan dari hama dan penyakit yang dapat merusak tanamanya di sawah sewaktu waktu

Selanjutnya, ritual adat ini juga sebagai ritual untuk menolak bala agar warga masyarakat di Desa Aliyan agar terhindar dari gangguan gangguan yang bersifat negatif, utamaya dijauhkan dari marabahaya, tehindar dari penyakit penyakit

Sebelum ritual Keboan ini dimulai, pagi harinya sekira pukul 06.00 WIB diawali dengan selamatan masal yang diselenggarakan disepanjang jalan Desa Aliyan, Acara ritual ini dihadiri juga oleh Pejabat Komponen Pemda Banyuwangi, Forpimka Kecamatan Rogojampi, Kepala Instansi, Kepala Desa, Perwakilan Ikawangi Dewata, serta masyarakat Kecamatan Rogojampi dan sekitarnya.

Setelah beberapa waktu kemudian, bau wewangian serta kemenyan menyengat mulai terhirup oleh penonton yang sengaja dibakar oleh sesepuh Desa Aliyan yang berada di tengah arena tanah lapang, nuansa mistis mulai terasa di tengah tengah tanah lapang yang berada di Pendopo Kantor Kepala Desa Aliyan, terlihat alunan musik gamelan khas Banyuwangi mulai memanikan irama musik, beberapa warga desa setempat mulai banyak yang mengalami kesurupan masal dan menceburkan diri kedalam kubangan lumpur yang telah dipersiapkan.

Warga yang mengalami kesurupan tersebut bertingkah seperti berguling guling dan menceburkan diri ke dalam kubangan lumpur yang kelihatannya seperti kerbau, terlihat banyaknya warga yang kesurupan itu berjumlah puluhan orang dan itu menambah nuansa mistis serta menambah rasa takut yang menghantui para penonton.

Setelah itu secara bergantian masuk ke dalam lumpur, para warga yang kesurupan itu diarak berkeliling desa dengan didampingi dengan beberapa deretan para ibu ibu yang memakai busana petani dan diarak menggunakan beberapa musik khas Banyuwangian, tak ketinggalan pula beberapa gadis di Desa Aliyan tersebut di dandani sebagai perwujudan Dewi Sri (dewi padi) yang ikut juga diarak berkeliling desa.

Selama berkeliling di desa, sering kali penduduk desa Aliyan yang mempunyai berbagai macam penyakit seperti lumpuh tidak bisa berjalan, seringkali manusia kerbau yang telah dirasuki oleh roh kerbau tersebut dipandu oleh keluarga yang menderita penyakit itu menghampirinya untuk disembuhkan dengan cara gaib, hal itu dipercaya oleh warga untuk memperoleh kesembuhan

Ritual adat keboan di Desa Aliyan ini mempunyai hal mistis tersendiri, kebanyakan pelaku yang kesurupan yang menyerupai kerbau tersebut adalah keturunan warisan nenek moyang zaman dahulu di Desa setempat.

Diceritakan, kejadian aneh terjadi pada pelaku yang sering kesurupan saat terselenggaranya ritual adat ini, dirinya mengaku saat akan dimulainya ritual adat keboan, beliau akan mengungsikan diri atau menghindar dan keluar dari desa Aliyan, dia berharap tidak akan kesurupan pada ritual adat keboan ini, namun ajaibnya saat akan dimulainya acara ritual adat itu tiba tiba dirinya tidak sadarkan diri dan mengalami kesurupan di daerah lain di tempat pengungsiannya, lalu mengetahui kabar tersebut panitia pun menjemputnya di tempat pengungsiaanya itu dan membawanya ke Desa Aliyan untuk mengikuti ritual adat keboan, ini murni kesurupan dan tidak direkayasa. Ungkap Anton Sujarwo (35)

Tak jarang satu orang yang mengalami kesurupan itu, terlihat sampai 4-6 orang untuk melakukan pengawalan pada seseorang yang mengalami kesurupan, tujuannya agar orang yang mengalami kesurupan itu bisa dikendalikan.

Setelah berkeliling di penjuru Desa, di puncak acara ritual adat keboan ini berkumpul di perapatan desa untuk melihat manusia yang kesurupan yang bertingkah layaknya kerbau tersebut sedang melakukan proses siklus bercocok tanam, membajak sawah, mengairi sawah, hingga menabur benih padi yang ditabur oleh sang Dewi Sri (Dewi Padi).

Benih padi yang ditabur oleh Dewi Sri tersebut ditabur di perempatan jalan desa, saat ditabur warga dan penonton pun ikut berebut untuk mengumpulkan benih benih padi tersebut yang sebagian orang benih padi yang ditabur itu mempercayainya jika dicampurkan pada benih padi lainnya hasil panennya yang akan datang akan lebih baik dan melimpah. Ungkap Misbah (37).

Dalam acara ini Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas berhalangan Hadir karena sedang di luar kota, namun Anas tetap menyapa warga masyarakat Aliyan dan tamu undangan  yang hadir dengan menggunakan Tele Confren TV, Anas menyampaikan tradisi yang ada di Banyuwangi agar trus dijaga dan dipertahankan, selain itu pula pelaksanaan tradisi ritual tersebut sudah banyak kemajuan dan peningkatan daripada tahun yang lali. Ungkapnya.

Di Banyuwangi setidaknya ada dua acara ritual adat seperti ini, jika di Aliyan, Keboan Aliyan yang berada di Kecamatan Rogojampi, dan di Alasmalang yaitu Kebo-Keboan Alasmalang yang berada di Kecamatan Singojuruh dan akan diselengarakan pada hari Minggu 1 Oktober 2017 (*)
Categorised in: ,

No comment for Kebo-Keboan Aliyan, Festival Adat Kabupaten Banyuwangi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*