Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » KRIMINAL » Kasus Penjualan Hewan Dilindungi Jalan Ditempat

Kasus Penjualan Hewan Dilindungi Jalan Ditempat

(501 Views) May 27, 2016 10:02 am | Published by | No comment
Kasi Konservasi Sumberdaya Alam BKSDA wilayah V Banyuwangi, Sumpena

Kasi Konservasi Sumberdaya Alam BKSDA wilayah V Banyuwangi, Sumpena

Banyuwangi, Memorandum – Penanganan kasus penjualan hewan dilindungi yang diduga dilakukan drh. Risa terkesan jalan di tempat. Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka drh. Risa saat ini masih melenggang bebas beraktivitas di luar sana. Sebab hingga saat ini penyidik BKSDA belum mengamankan pria yang sudah berstatus buron sejak Pebruari itu.

Kasi Konservasi Sumberdaya Alam BKSDA wilayah V Banyuwangi Sumpena menyatakan, sejauh yang dia ketahui perkara tersebut hingga saat ini masih berjalan. Hanya saja penanganan perkara tersebut kini ditarik ke Surabaya. “Sekarang ada unit penegakan hukum di Surabaya, jadi sekarang yang menangani Surabaya,” ujarnya ditemui di Polres Banyuwangi Rabo (25/5).

Menurutnya, seluruh penanangan perkara ditangani langsung unit penegakan hukum. Untuk BKSDA yang di daerah saat ini tugasnya hanya bersifat pencegahan saja. Namun dia berjanji akan memberikan informasi jika ada perkembangan terkait penanganan perkara tersebut.

Masih dalam kesempatan yang sama, Sumpena menyatakan, informasi terakhir yang diterimanya, dalam minggu ini drh. Risa dipanggil ke unit penegakan hukum di Surabaya. “Informasi yang saya terima dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan, tapi saya tidak tahu datang apa tidaknya,” jelasnya.

Dugaan perdagangan hewan dilindungi ini diungkap tim gabungan Polres Banyuwangi dan PPNS BBKSDA Jatim pada pertengahan Pebruari lalu. Tim gabungan menggerebek rumah drh. Risa. Ditempat itu Polisi menemukan sejumlah satwa liar yang dilindungi undang-undang. Sayangnya pada saat penggerebekan drh. Risa sedang tidak berada di rumah.

Hewan dilindungi yang ditemukan berupa 2 ekor Biawak coklat, 7 ekor sanca bodo, dan 11 ekor merak hijau yang masih berusia beberapa bulan. Hewan-hewan tersebut diduga diperdagangkan pasangan oknum dokter hewan itu melalui media social facebook.

Pasal yang dilanggar adalah pasal 21 ayat (2) huruf (a) jo pasal 40 ayat (2) Undang-undang RI nomor 5 tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Perkara ini ditangani Penyidik PPNS BBKSDA Jatim dan di-back up Polres Banyuwangi. Pemeriksaanpun dilakukan Penyidik PPNS BBKSDA di ruang penyidik pidana ekonomi Satreskrim Polres Banyuwangi.(jai)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Kasus Penjualan Hewan Dilindungi Jalan Ditempat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*