Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » TEMPO DOELOE » Karomah Kyai Saleh Lateng Banyuwangi

Karomah Kyai Saleh Lateng Banyuwangi

(429 Views) July 14, 2017 6:40 pm | Published by | No comment

Misteriusnya Naik Haji ala Kiai Saleh Lateng

Banjoewangie Tempo Doeloe | Untuk menunaikan ibadah haji, bagi orang Indonesia, bukanlah perkara yang mudah. Jarak yang terbentang jauh dan biaya transportasi yang tidak murah menjadi penghalang utama. Lebih-lebih lagi pada masa lampau saat alat transportasi tak secanggih saat ini.

Saat itu, pada tahun 1947, pelaksanaan ibadah haji kembali dibuka setelah sempat ditutup selama masa pendudukan Jepang di Indonesia dan berkecamuknya perang dunia kedua. Masyarakat muslim asal Indonesia yang mampu pun banyak yang memutuskan untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut. Satu diantaranya adalah Habib Ali Bafaqih asal Jembrana, Bali.

Sesampainya di tanah suci, Habib Ali menemui peristiwa yang mengejutkan. Di Mekkah, ia bertemu dengan salah seorang gurunya, KH. Saleh Syamsudin atau lebih dikenal Kiai Saleh Lateng. Padahal, saat itu, tak terdengar kabar bahwa Kiai Saleh akan menunaikan ibadah haji. Bahkan, selama perjalanan tak bertemu dengannya. Padahal, jama’ah haji untuk wilayah Bali dan Banyuwangi sendiri, banyak yang berkumpul dalam satu pelayaran.

Keheranan Habib Ali semakin menjadi-jadi. Ia melihat salah seorang pendiri NU dari Blambangan itu, tidak terlihat sekilas. Tapi, ia melihatnya dengan seksama Kiai Saleh sedang memberikan bimbingan manasik haji kepada para jama’ah haji dengan pengantar bahasa Jawa.

Untuk memastikan bahwa yang dilihat memang Kiai Saleh, Habib Ali pun mengikuti pengajian gurunya tersebut. Bahkan seusai sholat jama’ah, Habib Ali mendekat kepada Kiai Saleh dan berkesempatan mencium tangannya. Asli, bukan bayangan, demikian perasaan yang timbul dalam benaknya.

Misteri itu, semakin menjadi-jadi dalam benak Habib Ali Bafaqih. Di tengah keterbatasan alat transportasi dan tak adanya kabar tentang keberangkatannya, Kiai Saleh bisa berada di Mekkah dan melaksanakan ibadah haji dengan bentuk yang senyata-nyatanya.

Namun, misteri itu tetaplah misteri. Habib Ali tak berani untuk menanyakan persoalan tersebut kepada Kiai Saleh saat berjumpa. Baik tatkala di Mekkah maupun saat sudah kembali ke Indonesia. Misteri itu, pun disimpan sendiri olehnya. Tak seorang pun yang diberi tahu. Baru ketika Kiai Saleh wafat pada 1954, misteri itu ia ceritakan kepada orang lain. Salah satunya kepada KH. Suhaimi Rafiudin, salah seorang santri Kiai Saleh yang lain. Atas cerita Habib Ali itulah, Kiai Suhaimi lantas dituliskannya dalam Manaqib Kiai Saleh yang ia anggit pada 1971 sebagai bagian dari karomah-karomah yang dimiliki oleh kiai berdarah bangsawan Palembang itu. (Ayung Notonegoro)

Sumber@www.banyuwangi.nu.or.id

Oleh : Munawir | Dari Grup Facebook : Banjoewangie Tempo Doeloe

Categorised in:

No comment for Karomah Kyai Saleh Lateng Banyuwangi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*