Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Intrik di Balik Pilkades Serentak Banyuwangi

Intrik di Balik Pilkades Serentak Banyuwangi

(102 Views) November 7, 2017 7:59 pm | Published by | No comment

‘Ada Perang Harga Diri, Dukun Bicara’

Banyuwangi, Layaknya pepatah tua yang mengatakan ‘bagaikan sayur tanpa garam’. Ungkapan itu sepertinya cocok disematkan di Pilkades yang digelar serentak 51 desa pada hari ini, Rabu (8/11). Kenapa, karena di jaman now ini masih ada saja yang mempercayakan hal magis melibatkan dukun maupun guru spiritual demi memenangkan pilihan dan akhirnya bisa menjabat sebagai kepala desa.

Harga diri dipertaruhkan,  bahkan sikut kanan sikut kiri dan jual beli suara demi menduduki kursi lima tahunan sebagai orang nomor satu di pemerintahan desa.

Sebut saja Mbah To,  salah satu guru spiritual yang enggan menyebutkan nama asli dan enggan diambil gambarnya saat diajak berbincang-bincang soal Pilkades di kediamannya di Dusun Krajan, Desa Sragi, Kecamatan Songgon,  Banyuwangi, Selasa (7/10).

Ia menyebut, jangka waktu 3 sampai 4 bulan sebelum dilaksanakan Pilkades serentak sudah ada 5 sampai 6 calon kepala desa serta puluhan tim sukses yang mencoba melobi untuk membantu memenangkan suara saat hari H pelaksanaan Pilkades.

Rata-rata pasiennya ini menyanggupi persyaratan apa saja yang dimintanya. Seperti tarif sebesar Rp. 5 Juta sebagai uang muka dan tarif Rp. 45 Juta untuk melunasi sisanya apabila pasiennya menang sebagai kepala desa terpilih.

Mbah To mengaku, ia harus tapa dan membaca-baca do’a khusus bahkan puasa agar pasiennya bisa mendapat suara banyak. Sementara untuk pasiennya atau cakades, Mbah To meminta pasien juga harus membantunya bergerilnya mendekati masyarakat dengan tujuan membulatkan suara serta meminilisir perpecahan suara.

Saat ini, perang antar dukun maupun orang spiritual lainnya sedang gencar dilakukan mendekati hari H. Yang perlu diwaspadai ketika ada dukun tidak kuat melawan serangan. Ancamannya bisa membahayakan dirinya sendiri sert pasiennya, imbuhnya.

Untuk itu ia juga berpesan kepada masing-masing pasiennya percaya dengan ALLOH. SWT. “Karena semuanya adalah kehendaknya, kita hanya bisa membantu,” cetusnya.

Terpisah, Yanto salah satu tim sukses Calon Kepala Desa Sragi yang akan diikuti oleh 5 calon mengaku, memang benar masih ada saja calon yang percaya akan tim sukses dari manusia juga tim sukses dibantu setan. Namanya pengasihan. Jadi, ketika pemilih hendak memilih calon misalnya calon nomor urut 4, secara tiba-tiba pemilih merasa iba dan kasihan dengan nomor urut 1 yang akhirnya pemilih memilih nomor 1.

Kekuatan magis hingga kini masih ada dan dipercaya sebagai alternatif memenangkan suara. Bahkan Yanto pernah terlibat didalamnya.

Ketika syarat dipenuhi, kemungkinan besar menang di Pilkades peluangnya sangat besar. Akan tetapi, ketika syarat tidak terpenuhi pasti ada saja kendala.

Salah satu contoh, ada salah satu kepala desa di daerah Banyuwangi selatan menang dengan suara terbanyak. Tapi naas, tiga tahun kemudian kepala desa terpilih itu meninggal dunia.

Diketahui, meninggalnya itu sudah diprediksi oleh salah satu dukun yang pernah ia mintai tolong. “Satu tahun di masa kecil dan dua tahun dimasa tua” kata itu tercetus oleh dukun ketika kades tersebut tidak menepati janjinya melunasi sisa hutang kepada dukun tersebut, papar Yanto.

Reporter : Fatahur

Author : Setiaone

Categorised in: ,

No comment for Intrik di Balik Pilkades Serentak Banyuwangi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*