Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » EKONOMI » Inflasi Banyuwangi 2014 Terendah di Jawa Timur, Di Bawah Nasional

Inflasi Banyuwangi 2014 Terendah di Jawa Timur, Di Bawah Nasional

(914 Views) January 23, 2015 5:24 pm | Published by | No comment

BANYUWANGI –  Sepanjang tahun 2014, Banyuwangi mencatatkan inflasi terendah di Jawa Timur yakni 6,59 persen. Sedangkan inflasi tertinggi ditempati oleh Malang 8,14 persen, disusul Sumenep 8,04 dan Surabaya 7,90 persen. Tingkat inflasi Banyuwangi juga dibawah inflasi nasional yang mencapai 8,36 persen.

Kepala Sie Distribusi Badan Pusat Statistik cabang Banyuwangi, Mulyono memaparkan, inflasi yang terjadi pada tahun 2014 tidak bisa dilepaskan dari kenaikan harga BBM yang menjadi kebijakan pemerintah pusat menjelang akhir tahun lalu. Bahkan naiknya harga bensin premium menduduki peringkat satu sebagai penyumbang inflasi Banyuwangi yakni sebesar 1,27 persen. Disusul oleh Beras 0,53 persen, daging ayam ras 0,45 persen dan cabai merah 0,29 persen.

“Meski demikian inflasi di Banyuwangi pada akhir tahun masih terkendali yakni sebesar 2,5 persen yang mempengaruhi inflasi year on year jadi terendah di Jatim,” kata Mulyono saat melakukan pertemuan dengan tim pengendali inflasi daerah (TPID) aula Bappeda, Kamis (22/1).

Sementara itu Kepala Bank Indonesia Jember Mohammad Lukman Hakim mengatakan, Banyuwangi menjadi daerah dengan tingkat inflasi terendah di Jawa Timur, ini menandakan sebuah kondisi perekonomian makro yang kondusif. “Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi 2014 cukup tinggi, lebih tinggi dari perekonomian Jawa Timur. Pertumbuhannya juga cukup bagus. Selain itu, indikator perekonomian lainnya seperti produk domestik regional bruto (PDRB) maupun kinerja perbankkan tumbuh dengan positif,“ kata Lukman.

Tingkat inflasi yang rendah, lanjut Lukman juga berarti terjaganya daya beli masyarakat. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari tingkat pendapatan masyarakat yang semakin baik. Data terakhir BPS, pendapatan perkapita masyarakat Banyuwangi pada 2013 mencapai Rp. 21,84 juta per orang per tahun. “Lebih tinggi dari Kabupaten Malang yang sebesar Rp. 19 juta /orang /tahun,” imbuh Lukman.

 Keberadaan Banyuwangi sebagai daerah penghasil bahan pokok seperti beras dan cabai juga menjadi keuntungan tersendiri. Sebagai produsen, ketersediaan komoditas dalam jumlah yang cukup memberikan andil dalam menekan harga. “Karena ketersedian bahan pokok tadi terjaga maka harga-harga komoditas tersebut  tidak setinggi  daerah-daerah lainnya,” imbuh Lukman.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas isu-isu terbaru terkait pengendalian inflasi daerah. Seperti antisipasi kenaikan harga gas elpiji 12 KG, proyeksi produksi pangan di tahun 20015 dan dampak penurunan harga BBM kepada tarif angkutan. Bank Indonesia Jember pun memprediksi terjadinya penurunan inflasi pada akhir Januari pada angka 0,19 persen. Lebih rendah dari akhir Desember yang 2,5 persen.

“Hal ini disebabkan kembali normalnya konsumsi masyarakat setelah sempat meningkat di akhir tahun dan kebijakan pemerintah menurunkan harga BBM,” pungkas  Lukman.  (Humas Protokol)

Categorised in:

No comment for Inflasi Banyuwangi 2014 Terendah di Jawa Timur, Di Bawah Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*