Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » EKONOMI » IKM Ikuti Sosialisasi Penerapan Good Manufacturing Practices

IKM Ikuti Sosialisasi Penerapan Good Manufacturing Practices

(633 Views) December 10, 2014 3:06 pm | Published by | No comment

BANYUWANGI-Semakin dekat dengan dilaksanakannya ASEAN Economic Community (Masyarakat Ekonomi ASEAN/MEA) pada tahun 2015 mendatang, Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan terus memfasilitasi sejumlah Industri Kecil Menengah (IKM). Kali ini bentuk fasilitasi yang dilakukan adalah mensosialisasikan pedoman cara produksi pangan olahan yang baik (Good Manufacturing Practices/GMP). IKM – IKM yang difasilitaSi tersebut adalah IKM yang bergerak di bidang pangan olahan meliputi IKM makanan, minuman dan jamu.

 Kepala Disperindagtam Hary Cahyo Purnomo mengatakan,keberhasilan pembangunan
perekonomian di Banyuwangi, salah satunya ditandai dengan pertumbuhan jumlah IKM yang pesat. Banyuwangi telah memiliki 13 ribu IKM. Namun untuk menghadapi MEA, diperlukan upaya antisipasi atas persaingan perdagangan global yang semakin ketat. “Utamanya untuk IKM yang
bergerak di bidang pangan olahan, perlu peningkatan daya saing produk industri. Sebab nantinya orang-orang dari luar negeri akan menyerbu ke dalam negeri, sehingga mau tidak mau kita akan bersaing secara mutu dan kualitas,”ujar Hary.

Dengan dibekali secara khusus,tambah Hary, IKM tersebut akan mampu menghasilkan pangan olahan yang bermutu dan aman untuk dikonsumsi, sesuai tuntutan konsumen. Juga mendorong industri pengolahan pangan agar bertanggung jawab terhadap mutu dan keamanan produk yang dihasilkan, serta menghasilkan produktifitas dan efisiensi industri pengolahan pangan.

GMP ini , kata Hary lagi, merupakan persyaratan dasar bagi industri untuk beroperasi. Namun tidak semua industri memahami ini,khususnya mereka yang mengawali usahanya dari home industry. Karena itu, menurutnya,  sosialisasi ini penting untuk dilakukan. “Kami berharap,  sosialisasi ini  mampu meningkatkan kesadaran produsen makanan olahan untuk menjaga kesehatan masyarakat atas produk yang dihasilkannya,”tandas Hary.

Kegiatan ini mengikutsertakan 140 IKM. Mereka adalah IKM-IKM binaan Disperindag yang mulai merangkak naik ke permukaan. Sementara IKM-IKM yang telah leading dan sebagian mampu merambah pasar ekspor tak lagi dilibatkan dalam kegiatan ini.

Dilaksanakan selama 2 hari (3 – 4/12), kegiatan yang dilangsungkan di Hotel dan Restoran Mahkota Plengkung,dilanjutkan di hari kedua di aula Hotel Ikhtiar Surya  ini menghadirkan Umi Baroroh dari BPPOM Provinsi Jawa Timur sebagai nara sumber. Umi Baroroh  memberikan pencerahan
seputar pemahaman IKM terhadap ketentuan dan kebutuhan standar produk. Juga tentang pemasangan label pangan dan pendaftaran pangan olahan. Kepala Disperindagtam juga turut memberikan pembinaan tentang penguatan kualitas produk IKM olahan pangan Kabupaten Banyuwangi.

Sementara itu, Reistiyaningsih, salah satu peserta kegiatan ini, mengaku sangat terbantu dengan adanya sosialisasi semacam ini. “Ini penting bagi kami agar tahu standar-standar BPPOM yang harus ditaati para IKM pangan olahan,”ujar sarjana ekonomi yang memulai usahanya tahun 2006, namun baru mendapat pembinaan langsung dari Disperindagtam pada tahun 2010 ini.Praktis sejak itu Reisti sering diikutkan bermacam-macam event pameran. Berbagai produk makanan olahan yang dihasilkan Reisti, seperti minuman sari kedelai,temulawak, sirup temulawak, markisa, jambu merah, secang dan makanan seperti krupuk kedelai, nugget kedelai, donat dan roti goreng kedelai, juga sudah mengantongi sertifikat halal dan Hak ijin PIRT dari Dinas Kesehatan. (Humas & Protokol)

Categorised in:

No comment for IKM Ikuti Sosialisasi Penerapan Good Manufacturing Practices

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*