Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PARIWISATA » Home Stay Harus Diatur Dalam Perda

Home Stay Harus Diatur Dalam Perda

(539 Views) July 28, 2016 9:26 am | Published by | No comment

Hindarkan Home Stay Jadi ‘Rumah Mesum’

Hindarkan Home Stay Jadi Rumah Mesum

– Pengusul Raperda Pariwisata, Drs Suyatno

Banyuwangi, Memorandum – Semua pihak mengakui bahwa geliat industri pariwisata Banyuwangi mengalami kemajuan yang sangat pesat. Namun demikian, perlu segera dibuat Peraturan Daerah (Perda) tentang Pariwisata yang bisa berfungsi mengatur dan menata berbagai hal tentang kepariwisataan. Untuk kepentingan itulah, saat ini Pansus Raperda Pariwisata DPRD Banyuwangi terus berupaya menyelesaikan draft Raperda yang telah diusulkan oleh anggota Fraksi Golkar  PAN, Drs Suyatno. Dalam rapat internal, Rabu (27/7), kemarin, Pansus mengundang Drs Suyatno, anggota Komisi I sebagai pengusul, untuk mengungkapkan tentang ide dan gagasan pembuatan Perda tersebut

Ditemui seusai mengukiti rapat internal, Drs Suyatno, menjelaskan, bahwa Perda Pariwisata yang usulkannya bersifat mendesak untuk mengimbangi perkembangan industrp pariwisata di Banyuwangi. “Selama ini, perkembangan pariwisata itu masih terfokus di Kota dan beberapa tempat saja. Belum merata ke tingkat masyarakat pedesaan, sehingga mereka belum merasakan dampaknya. Untuk itulah, Raperda ini harus bisa mengakomodasi berbagai kepentingan yang ada, termasuk mengatur dan memberi peluang bagaimana masyarakat secara umum bisa terlibat dalam industri pariwisata,” jelasnya kepada Memorandum.

Menurutnya, tren komoditi pariwisata yang sedang digemari wisatawan asing saat ini adalah wisata kultur dan tradisi, yang tentunya sangat berpeluang untuk melibatkan masyarakat secara besar-besaran. “Mulai acara Selapanan, memandikan bayi, sunatan, dan sebagainya, itu yang saat ini digemari wisatawan asing. Momen itu terjadi secara kulturan dilingkungan masyarakat. Potensi itulah yang juga harus bisa ditangkap selain menjual yang sudah ada sebelumnya. Untuk itulah, Banyuwangi butuh Perda yang bisa mengatur masalah itu, termasuk mengatur dan menata keberadaan Home Stay (tempat penginapan) yang saat ini sudah mulai banyak dimana-mana. Jadi, agar Home Stay tidak jadi rumah mesum, ya harus mulai diatur dari sekarang. Dan itu membutuhkan Perda,” bebernya.

Sayangnya, masalah keberadaan Home Stay di Banyuwangi saat ini belum bisa dikonfirmasi langsung ke pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Kabid Pariwisata, Drs Dariharto, maupun Plt Kepala Disbudpar, MY Bramuda, tidak dapat dihubungi.

Sementara itu, Selain mulai menelisik arus anggaran dan berbagai sumbangan yang diberikan oleh pihak ketiga, kalangan DPRD Banyuwangi juga mulai mengkritisi penyelenggaraan rangkaian Banyuwangi Festifal (B-Fest). Sebagaimana diungkap Drs Suyatno, bahwa pelibatan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam penyelenggaraan B-Fest dinilainya cukup menganggu dan mengabaikan masalah pelayanan publik. “Seperti yang kita tahu, setiap kali menjelang diselenggarakan satu acara festifal, para pejabat dan jajaran SKPD yang ditugaskan terlibat, pasti sibuk urusan rapat persiapan. Ini kan mengganggu pelayanan masyarakat. Pelibatan SKPD ini yang harus ditinjau ulang agar pelayanan masyarakat tidak terganggu,” ungkapnya. (bud)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Home Stay Harus Diatur Dalam Perda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*