Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » EKONOMI » Gelar RAT ke-2 KSU, Barokah Bersama ‘Dari Jukir Untuk Jukir’

Gelar RAT ke-2 KSU, Barokah Bersama ‘Dari Jukir Untuk Jukir’

(859 Views) March 31, 2016 9:23 pm | Published by | 3 Comments
KSU Barokah Bersama

– Perwakilan Para Juru Parkir Anggota KSU Barokah Bersama, saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Rogojampi, kemarin. – Ketua KSU Barokah Bersama, Ndenden Wibisono (2 dari kiri), saat memimpin RAT.

Banyuwangi, Memorandum – Koperasi Serba Usaha (KSU) Barokah Bersama, yang didirikan oleh para Juru Parkir (Jukir) Banyuwangi, menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke 2 di sebuah Rumah Makan di Rogojampi, Rabu (30/3) kemarin. Selain dihadiri perwakilan anggota, RAT yang merupakan amanat dari Undang-undang Nomor. 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian itu juga dihadiri oleh beberapa pejabat Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuwangi selaku Pembina dan penanggung-jawab Jukir serta dari Dinas Koperasi & UMKM.

Sebagai koperasi yang perjalanannya baru memasuki tahun ke 3, KSU Barokah Bersama tergolong sebagai koperasi yang bergerak dan dijalankan sesuai dengan Undang-undang, yakni dari anggota untuk anggota.

Sebagaimana diungkap oleh Ketua Pengurus KSU Barokah Bersama, Ndenden Wibisono, koperasi yang beranggotakan 342 orang Jukir ini sengaja dibentuk dan didirikan karena kebutuhan anggotanya. “KSU ini awalnya terbentuk karena adanya kebutuhan sebuah wadah yang berbadan hukum. Waktu itu, Bupati Anas menjanjikan akan memberikan fasilitas Jamsostek kepada seluruh Jukir. Namun syaratnya Jukir harus memiliki wadah yang berbadan hukum. Atas dasar itulah, teman-teman Jukir kemudian sepakat membentuk KSU ini,” jelas Ndenden.

Menariknya, dalam perjalanannya kemudian KSU Barokah Bersama ternyata benar-benar mampu bergerak dan berperan sebagai koperasi sebagaimana yang digagas oleh sang perintis dan pendiri koperasi Indonesia, Bung Hatta. “Tujuannya kan memang seperti itu. melalui KSU ini kita berusaha untuk mengakomodasi semua kepentingan anggota, mulai dari kebutuhan sehari-hari sampai masalah kesehatan. Dan selama ini, kita belum pernah menerima bantuan permodalan dari pihak manapun, termasuk pemerintah daerah. Jadi kita menggerakkan koperasi ini benar-benar berdasarkan modal yang dikumpulkan dari anggota. Setiap hari semua Jukir anggota koperasi aktif untuk menabung, mulai dari Rp 1000, Rp 2000 sampai Rp 5000,” ungkap Ndenden, yang sehari-harinya adalah Koordinator Jukir se Kabupaten Banyuwangi ini.

Sementara itu, Manajer KSU Barokah Bersama, Eko Nurdianto, menjelaskan, saat ini sudah ada beberapa program yang diluncurkan KSU untuk para anggota. “Salah satunya adalah program; Tabungan Kesehatan untuk Anggota dan Keluarganya. Setiap anggota wajib menabung sebesar Rp 15 ribu yang dipotong dari honor bulanan mereka sebagai Jukir. Kalau ada anggota atau keluarganya yang sakit dan membutuhkan biaya, kita bantu sebesar Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta,” jelasnya.

Menurut Eko, salah satu program tabungan yang mulai disukai baik oleh anggota maupun non anggota adalah ‘Tabungan Hari Raya’. “Diluar anggota Jukir, banyak juga yang berminat mengikuti program Tabungan Hari Raya ini, diantaranya adalah para pedagang di Pasar Jajag. Mereka memang bukan anggota, tetapi ikut memanfaatkan program ini,” jelas Eko, yang sehari-harinya juga bertugas sebagai Jukir ini. (bud)

Sumber : Koran Harian Memorandum

Categorised in:

3 Comments for Gelar RAT ke-2 KSU, Barokah Bersama ‘Dari Jukir Untuk Jukir’

  • untung harimulyo says:

    koperasi hang gedigi,kudune hang diperhatekno,dudu koperasi “abal-abal” byaen..heng malah ngangkat perekonomian malah akeh kejadian rakyat bwi diuber2 lan diancam kapan heng barang berharga onoring umahe..dijumpot/disita kolektor koperasi ..byekk koerasi tah kumpulan preman yoh…ayo kang anas..angkatnok..rakyat bapak kang apik iki..i love bwi

  • erli alpril says:

    Koperasi hang gedigi kudune kang diperhatekno ambi pemerintah dudu, koperasi kang ABAL-ABAL byaen..semangat yo dolur..jenggirato weh..

  • untung harimulyo says:

    Mantab,pertahankan dan tingkatkan,bisa jadi percontohan Kabupaten lain, Pak Anas pancen oye..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*