Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » EKONOMI » Gandeng Pelindo III, Banyuwangi Efisienkan Pengiriman Barang

Gandeng Pelindo III, Banyuwangi Efisienkan Pengiriman Barang

(958 Views) May 28, 2014 5:29 am | Published by | No comment

pelindoBANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi menjalin sinergi dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) untuk mengefisienkan sistem logistik untuk pengiriman barang melalui Pelabuhan Tanjung Wangi yang berada di kabupaten berjuluk The Sunrise of Javatersebut.

            Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melakukan pertemuan bersama jajaran Pelindo III dan para pelaku usaha ekspor-impor yang ada di Banyuwangi. Hadir dari pihak Pelindo III adalah Senior Manager Hermanto dan GM Pelabuhan Tanjung Wangi Bangun Swastanto.

            ”Kami duduk bareng, sama-sama dorong efisiensi sistem logistik yang ada, biar pengiriman barang jadi lebih lancar. Ini penting karena distribusi barang menentukan daya saing dunia usaha. Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 sudah di depan mata, karena itu sistem logistik ini harus dibenahi. Ini sangat menentukan daya saing dunia usaha Banyuwangi,” ujar Bupati Anas seusai pertemuan.

             Bupati Anas mengatakan, banyak aspek yang menjadi perhatian bersama untuk mengefisienkan biaya logistik di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi. Di antaranya adalah belum sinergisnya pelaku usaha (eksportir-importir) dengan pelaku usaha transportasi laut.

            ”Kan banyak faktor pembentuk sistem logistik. Ada customs peformance, kualitas infrastruktur, dan waktu pengiriman barang. Saya cek di lapangan ada problem akses jalan dari dan ke daerah sekitar Pelabuhan Tanjung Wangi yang kurang mendukung untuk beban petikemas. Nah, dalam hal ini, pemda bisa fasilitasi seperti apa, akan dimatangkan dalam waktu dekat,” ujar Anas.

            General Manager Pelabuhan Tanjung Wangi, Bangun Swastanto, mengatakan, beberapa pembenahan akan dilakukan di pelabuhan tersebut. Di antaranya adalah pemanjangan dermaga dari posisi saat ini 518 meter menjadi 668 meter. Pemanjangan dermaga akan dilakukan mulai tahun ini. ”Juga akan dibangun integrated area yang akan memudahkan pelaku usaha dalam melakukan aktivitas perdagangan melalui pelabuhan ini. Total pengembangan ini menelan Rp 80 miliar,” ujarnya.

            Dia berjanji akan meningkatkan kualitas pelayanan sehingga waktu tunggu (waiting time) di Pelabuhan Tanjung Wangi bisa ditekan lagi dari 7 hari menjadi 3 hari. “Kita akan atur manajemen bongkar kapalnya. Akan kita hitung waktu yang dibutuhkan perkapal untuk bongkar muat, yang melebihi waktu kita geser,” ujar Bangun.

            Pelabuhan Tanjung Wangi ini, kata Bangun, ke depan sangat prospektif seiring makin berkembangnya kawasan timur Jawa. Kedalaman pelabuhan ini sudah alami, mencapai 14 low water spring (LWS) sehingga bisa disandari kapal besar.

            Pelabuhan Tanjung Wangi juga sudah memiliki sejumlah fasilitas pendukung kegiatan petikemas. Di antaranya container yard (CY) impor berkapasitas 148 Teus, CY ekspor 156 Teus, dan CY domestik 166 Teus. Arus kapal di pelabuhan tersebut terus meningkat  dari 2,8 juta GT (gross tonnage) pada 2011 menjadi 3,7 juta GT pada 2013. Arus barang melonjak dari 943 ribu ton pada 2011 menjadi 1,62 juta ton pada 2013.

            ”Ke depan dengan sinergi semua pihak dan kemajuan Banyuwangi, aktivitas bongkar-muat akan terus naik. Pelindo III akan memberikan pelayanan terbaik bagi pelaku usaha,” kata Bangun.

            Dari hasil pertemuan dengan stakeholders ekspor-impor di Banyuwangi tersebut juga muncul kesepakatan untuk memberi insentif dengan memotong sampai 50 persen dalam hal biaya tambat dan biaya labuh. Langkah ini dimaksudkan sebagai stimulus agar gairah bongkar-muat di pelabuhan tersebut makin meningkat. “Biaya labuh yang biasanya Rp 80/GT/10 hari kita bebaskan, dan biaya tambat kita potong hingga 50 persen. Kami juga akan diskon biaya handling,” kata Bangun.

            Bupati Anas menambahkan, selama ini belum ada data faktual terkait aktivitas ekspor-impor di Banyuwangi, karena memang banyak pelaku usaha yang mengekspor barangnya lewat Surabaya karena terminal petikemas di Banyuwangi yang dinilai belum memadai. ”Banyak pelaku usaha dari Banyuwangi yang mengekspor lewat Surabaya dan Gresik. Dengan sinergi dengan Pelindo III dan perbaikan-perbaikan, nanti cukup ekspor lewat Banyuwangi saja, bisa lebih efisien,” tuturnya.

            Data menunjukkan, volume ekspor barang-barang dari Banyuwangi yang diekspor ke luar negeri mencapai 49.651 ton per tahunnya. Komoditinya antara lain perikanan dan hasil laut yang sebesar 28 ribu ton, pertanian dan perkebunan 16,8 ribu ton, sisanya kerajian tangan dan furniture. Dengan tujuan ekspor terbesar ke negara-negara Asia sepert Jepang, Cina, Korea, Taiwan. Disusul pengiriman ekspor ke Eropa antara lain Jerman, Italia, Prancis dan juga pengiriman beberapa komoditas ke Amerika.

Categorised in:

No comment for Gandeng Pelindo III, Banyuwangi Efisienkan Pengiriman Barang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*