February 19, 2018

Galang Tanda Tangan #SaveIndonesia di Pantai Boom Banyuwangi

BANYUWANGI – Dukungan terhadapKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mengalir dari Banyuwangi. Relawan Komuitas Rumah Literasi Banyuwangi menggelar dukungan tanda tangan #SaveIndonesia di Pantai Boom Banyuwangi, Minggu (25/1/2015).

Di atas kain panjang putih, ratusan warga tidak hanya membubuhkan tanda tangan tapi juga menulis harapan terhadap polemik yang terjadi antara KPK dan Polri. Seperti pesan Demias, warga asal Papua yang tinggal di Banyuwangi. Dia menulis “Polisi bukan polusi #save_KPK_POLRI”.

Surya Martha, Direktur Komunitas Rumah Literasi Banyuwangi kepada Kompas.com mengaku gerakan ini merupakan dukungan terhadap KPK untuk menyelamatkan Indonesia.

“Polemik yang terjadi antara KPK dan Polri membuat masyarakat semakin bingung. Seharusnya mereka berpikir lebih bijak bukan malah saling tangkap. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk menuliskan harapan-harapan mereka terhadap Indonesia di atas kain putih ini,” jelasnya.

Dia juga menyakini penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto beberapa hari yang lalu berkaitan dengan penetapan Komjen Polisi Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK.

“Kami pikir masyarakat sudah pintar dan bisa membaca itu semua. Seharusnya para petinggi negeri segera menyelesaikan masalah tersebut karena masih banyak masalah lain yang belum terselesaikan. Indonesia harus segera diselamatkan” jelasnya.

Ia mengaku untuk untuk penggalangan tandatangan tersebut ia mengajak beberapa anak muda untuk bergabung menyampaikan pesan untuk Indonesia.

“Jangan dikira anak muda tidak peduli dengan keadaan politik saat ini. Kami juga bisa bergerak untuk menyelamatkan Indonesia dengan cara kami,” jelasnya.

Ia juga mendesak agar Presiden Indonesia segera menyelesaikan masalah tersebut agar tidak berlarut larut. “Polisi dan KPK harus bekerja sama karena musuh kita sama yaitu para koruptor,” jelas dia.

Sebelumnya diberitakan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ditangkap polisi seusai mengantar anaknya ke sekolah di kawasan Depok, Jawa Barat, Jumat (23/1/2015) pagi.

Bambang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan mempengaruhi saksi untuk memberikan keterangan palsu dalam persidangan sengketa Pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi (MK).

BANJARMASINPOST.CO.ID

banner 468x60