Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » EKONOMI » Gadung, Produk unggulan desa Balak

Gadung, Produk unggulan desa Balak

(1419 Views) May 25, 2016 12:20 pm | Published by | 1 Comment
Gadung Produk Unggulan Balak

– Waniti, saat memproses olahan Gadung

Banyuwangi, Memorandum – Sejauh mata memandang menyusuri Desa Balak, Kecamatan Songgon, saat-saat menjelang Puasa Ramadhan sekarang ini, pasti akan menjumpai penjemuran gadung di sepanjang pinggiran jalan Desa Balak. Gadung tersebut merupakan salah satu umbi yang merupakan varietas unggulan bagi masyarakat Desa Balak menjelang bulan puasa dan hari raya.

Sebelum menjadi penganan, Umbi Gadung ini harus melalui beberapa tahapan proses hingga menjadi Camilan seperti keripik gadung dan gadung rebus yang ditaburi parutan kelapa. Perlu diketahui, umbi gadung merupakan umbi-umbian yang populer namun beracun. Oleh karena itu, perlu dicermati dan harus melewati tahapan yang banyak untuk bisa dikonsumsi menjadi panganan yang enak.

Seperti yang dilakukan Waniti (52), yang sudah delapan tahun mengolah umbi gadung menjadi keripik dan gadung rebus ini. Setahun sekali mejelang bulan puasa dan hari raya, Waniti bersama sepuluh pekerjanya setiap pagi membagi tugas untuk mejadikan gadung tersebut menjadi makanan khas Desa Balak tanpa perlu khawatir adanya racun. Meski harus melewati banyak proses, akan tetapi keuntungan yang didapatkan sesuai dengan apa yang dikerjakan. “Dengan modal Rp 4 juta, setiap hari raya saya mendapat keuntungan bersih hingga Rp 7 juta,” kata Waniti.

Akan tetapi, kata Waniti, sekarang ini dia mulai kesulitan mendapatkan umbi gadung tersebut. Jadi wajar jika harga gadung mulai mahal. Dari tahun ketahun harga gadung naik Rp 1000,-. Waniti mendapat gadung dari pemasok dengan harga Rp. 23.000,- sampai Rp 25.000,- per kilogramnya, sedangkan satu karungnya ada juga yang menjual Rp. 66.000,-. Jika gadung sudah siap diolah lalu dipasarkan harganya bisa mencapai Rp. 30.000,- per kilogramnya. Untuk saat ini, produksi gadung yang diolah mulai dipasarkan di Bali, kalimantan, dan sekitar pulau jawa lainnya.

Ditemui di rumahnya di Dusun Derwono, Desa Balak, Songgon, Waniti memaparkan cara mengolah umbi gadung yang enak bebas racun. Pertama dengan pemilihan umbi gadung yang berkwalitas bagus, lalu dikupas dan diirisi tipis-tipis, lalu diberi abu sambil diremas-remas agar lunak. Jika sudah, gadung ditutupi dan didiamkan satu malam dan besoknya dijemur sampai benar-benar kering. Setelah kering direndam diair mengalir selama dua atau tiga hari, lalu angkat irisan gadung tersebut, lalu cuci dengan air bersih. Kemudian rendam gadung dalam air garam (proses ini juga berfungsi untuk pembumbuan). Jemur kembali gadung tersebut dibawah sinar matahari langsung hingga benar-benar kering, kemudian cuci kembali irisan gadung tersebut. Setelah proses tersebut dilakukan barulah siap untuk diolah menjadi olahan pangan seperti keripik dan gadung rebus. (fat)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in: ,

1 Comment for Gadung, Produk unggulan desa Balak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*