Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PEMERINTAHAN » Fraksi DPRD Soroti Turunnya PAD RAPBD 2017

Fraksi DPRD Soroti Turunnya PAD RAPBD 2017

(414 Views) November 17, 2016 2:36 pm | Published by | No comment
fraksi-dprd-soroti-pad

Paripurna pembahasan Rancangan APBD 2017 Banyuwangi

Banyuwangi, Memorandum – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Banyuwangi tahun 2017, yang dipatok sebesar Rp. 388,6 Milyar atau naik 10,01 persen dari target PAD tahun 2016, mendapatkan kritikan dari kalangan dewan. Para politisi yang duduk di DPRD Banyuwangi menilai, target tersebut, dianggap tidak sesuai dengan komitmen Bupati Banyuwangi yang dituangkan dalam RPJMD.

Kritikan dan sorotan itu dibacakan masing-masing fraksi, dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Banyuwangi, dengan agenda penyampaian Pemandangan Umum (PU) Fraksi terhadap diajukannya Raperda APBD Banyuwangi tahun 2017, Rabu (16/11).

Pemandangan Umum fraksi PDI-Perjuangan yang dibacakan oleh juru bicaranya, Made Swastiko dikatakan bahwa fraksinya meminta komitmen dan janji eksekutif terkait dengan proyeksi kenaikan PAD dalam kisaran angka 15 hingga 20 persen. Padahal, berdasarkan data Dirjen Keuangan daerah Kementerian Dalam Negeri, secara nasional rata-rata kenaikan PAD kabupaten/kota adalah sebesar 14,8 persen.

“Kenaikan PAD Banyuwangi hanya diproyeksikan sebesar 10,01 persen, berarti masih dibawah rata-rata pencapaian kenaikan PAD secara nasional” ucap Made Swastiko dihadapan peserta rapat paripurna.

Fraksi PDI-Perjuangan juga menyoroti turunnya alokasi Belanja Modal dalam RAPBD tahun 2017. Belanja Modal Daerah hanya diproyeksikan sebesar Rp. 707 Milyar, atau turun sebesar 28,9 persen dari alokasi belanja modal pada APBD tahun 2016 sebesar Rp. 995,4 Milyar.  Padahal salah satu mesin pengerak ekonomi daerah adalah besarnya alokasi belanja modal yang dikeluarkan Pemerintah Daerah, sehingga dapat berdampak pada penciptaan lapangan kerja.

Berikutnya PU fraksi Demokrat. Juru bicara FPD, Handoko, SE mengatakan, rata-rata rasio PAD dari 38 kabupaten di Jawa Timur terhadap jumlah Pendapatan Daerah adalah sebesar 13,72 persen. Sedangkan kabupaten Banyuwangi pada RAPBD tahun 2017, rasio PAD-nya  terhadap pendapatan daerah sebesar 14,06 persen.

Disatu sisi fakta tersebut, mengembirakan, karena tingkat ketergantungan pembiayaan fiskal dari pusat menjadi turun. Namun disisi lain fraksi Demokrat prihatin, karena jumlah pendapatan daerah tahun 2017 direncanakan turun sebesar 9,56 persen dari pendapatan daerah tahun 2016.

“Pendapatan daerah tahun 2017 turun, dibandingkan tahun 2016, dari 3,05 Trilyun menjadi 2,7 Triyun” jelas Handoko.

Disisi Belanja Daerah, fraksi Demokrat menilai postur belanja daerah pada APBD tahun 2017 masih belum sehat. Anggaran belanja pegawai porsinya mencapai 47,94 persen dari total belanja daerah. Sedangkan rata-rata belanja pegawai pada kabupaten/kota secara nasional telah mencapai 38,5 persen. Mestinya dengan berkurangnya jumlah pegawai sebagai akibat dari pengalihan kewenangan dari pemerintah kabupaten kepada pemerintah pusat maupun propinsi, postur belanja daerah menjadi sehat.

Demikian pula dengan Pemandangan Umum (PU) fraksi-fraksi lainnya. Usai pembacaan tujuh fraksi menyampaikan PU-nya, rapat paripurna ditutup dan dintakan selesai, selanjutnya fraksi di DPRD Banyuwangi menunggu tanggapan Bupati Banyuwangi. (ydi)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Fraksi DPRD Soroti Turunnya PAD RAPBD 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*