Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PERISTIWA » Eksekusi Lahan Diwarnai Adu Argument Antar Pengacara

Eksekusi Lahan Diwarnai Adu Argument Antar Pengacara

(311 Views) May 23, 2017 10:30 am | Published by | No comment

– Pengacara pihak ketiga menunjukkan sertifikat eigendom. (Memorandum – Muh Hujaini)

Banyuwangi, Memorandum – Eksekusi lahan di wilayah Desa Taman Suruh, Kecamatan Glagah, diwarnai adu  argumen antara pihak pengacara pemohon eksekusi dengan pihak termohon eksekusi dan pihak ketiga yang juga mengklaim sebagai ahli waris tanah tersebut. Pihak Termohon dan pihak Ketiga meminta penundaan eksekusi karena masih melakukan perlawanan hukum. Meski demikian eksekusi berjalan dengan lancar.

Sejak pukul 08.00 WIB para pihak sudah berdatangan di Kantor Desa Taman Suruh, Kecamatan Glagah. Pihak pemohon Eksekusi adalah almarhumah Poenah yang diwakili pengacaranya Pujiantoro dan Dondin. Poenah mengklaim sebagai anak angkat pemili tanah tersebut. Sementara termohon Eksekusi adalah Abdul Halim yang diwakili pengacaranya Ahmad Fahim. Sedangkan pihak ketiga yaitu pengacara Rudi Sanjaya dkk., mewakili pihak yang mengklaim sebagai ahli waris Siswoko, Menik Apriyanti, Sriyanto dan yang lainnya.

Sekitar pukul 09.00 WIB pihak pengadilan Negeri Banyuwangi yang akan melakukan eksekusi tiba. Pihak Pengadilan kemudian menyampaikan rencana eksekusi tanah tersebut. Saat itulah terjadi adu argumen antara pihak pemohon eksekusi dan termohon serta pihak ketiga.

Ahmad Fahim meminta penundaan eksekusi karena pihaknya masih mengajukan perlawanan dan Peninjauan Kembali (PK). Dia juga merasa keberatan karena dalam sertifikat tertulis 25 hektar sedangkan yang akan dieksekusi hanya 23 hektar. “Lalu yang 2  hektar kemana?,” ujarnya.

Fahim menyebut, kliennya membeli tanah tersebut dari saudara william. Pembelian melalui notaris Imron. Dia menyebut kliennya mendapatkan bukti pembelian berupa sertifikat HGU nomor 3 tahun 1988 atas nama Citra Grant, Tommy Grant dan Miki Grant. Menurutnya, Notaris Imron telah mengecek keberadaan tanah tersebut dan dipastikan ada.

Rudi Sanjaya selaku pengacara 19 orang yang mengklaim sebagai ahli waris tanah verponding no. 263 Afsherif no. 124  Desa Taman Suruh atas nama Jan Leonard Equeen Smith juga meminta penundaan. Klaim kliennya sebagai ahli waris menurutnya diperkuat dengan Fatwa Waris dari Pengadilan Agama. “Kami memiliki dua sertifikat eigendom yang asli,” ujarnya sambil menunjukkan dua sertifikat tersebut.

Penundaan eksekusi itu diminta karena pihaknya sudah mengajukan perlawanan secara resmi. Dia juga mengaku sudah mengajukan surat permohonan penundaan eksekusi. “Jadi alangkah indahnya jika eksekusi ini ditunda dulu,” pintanya dalam forum itu.

Menyikapi permintaan tersebut, Pujiantoro tetap bersikukuh agar eksekusi tetap dilaksanakan. Menurutnya jika memang mau dilakukkan pembicaraan atau mediasi pihaknya siap melakukan namun dia meminta eksekusi tetap dilakukan lebih dulu. “Kami tetap meminta eksekusi dilakukan,” ujarnya.

Pihak pengadilan kemudian memutuskan untuk tetap melakukan eksekusi.  Selanjutnya Petugas pengadilan dan seluruh pihak kemudian menuju lokasi tanah dimaksud. Berita acara eksekusipun dibacakan dan  proses eksekusi dilaksanakan. Puluhan aparat Kepolisian dari Polres Banyuwangi dan Polsek Glagah kegiatan tersebut. (jai/bud)

Sumber | Surat Kabar Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Eksekusi Lahan Diwarnai Adu Argument Antar Pengacara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*