Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » DULUR ISUN » Dulur Isun : Yuwono

Dulur Isun : Yuwono

(554 Views) May 20, 2016 10:59 am | Published by | No comment

Mantab Manggung Wayang Kulit

yuwono-1

Yuwono

Gaya dan penampilannya sehari-hari yang cool dan trendy layaknya gaya anak-anak muda masa kini, barangkali, akan membuat orang sulit percaya bahwa dia adalah seorang Dalang Wayang Kulit yang cukup kondang di Banyuwangi. “Ya saya ini Yuwono,” kata Ki Dalang muda itu dengan mantab, ketika ditemui di tempat tinggalnya di Desa Stembel, Kecamatan Gambiran.

Lahir dan dibesarkan dilingkungan kesenian Wayang Kulit membuat Dalang muda kelahiran 9 Juni 1978 ini merasa mantab berkarier sebagai Dalang. Di panggung kesenian Wayang Kulit sekarang ini, namanya termasuk salah satu dari sedikit Dalang yang cukup eksis dan dikenal oleh kalangan pecinta Wayang Kulit di Banyuwangi

Menurutnya, dia banyak belajar ndalang dari Almarhum Bapaknya, Ki Suparman, yang juga seorang Dalang dari Desa Sumber Kembang, Kecamatan Tegalsari. Sebelum akhirnya merasa mantab untuk ndalang secara professional, Ki Yuwono ini sempat memperdalam ilmu ndalang-nya kepada almarhum Ki Guntur, Dalang asal Desa Stembel, Kecamatan Gambiran yang kemudian menjadi mertuanya.

Dalang muda yang tercatat sebagai Alumni dari SMA 17 Agustus 1945 Cluring ini mengaku pertama kali tampil sebagai Dalang professional pada sekitar awal-awal tahun 2000-an. Menurutnya, menjadi seorang Dalang Wayang Kulit di era globalisasi seperti sekarang ini yang terpenting adalah harus bisa mengikuti perkembangan zaman dan tidak hanya terpaku pada pakem kesenian tersebut.

“Di zaman globalisasi seperti sekarang ini, sebagai Dalang kita tidak boleh egois. Kita harus tetap bisa mengikuti perkembangan zaman. Misalnya tentang tembang-tembang-nya. Kadang-kadang yang kita bawakan ya tembang campursari, sesuai dengan permintaan penonton. Selain itu, sebagai Dalang kita juga harus mampu menampilkan yang terbaik. Misalnya, sabetan-sabetan wayang-nya juga harus mampu meyakinkan para penonton. Jadi kemampuan atau skill kita sebagai seorang Dalang harus tetap kita asah,” ungkap Dalang muda yang pada tahun 2004 silam berhasil menyabet predikat sebagai “penyaji terbaik” pada Festival Dalang se Jawa Timur. Ouw, ngoten to Ki..? (bud)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Dulur Isun : Yuwono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*