Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » DULUR ISUN » Dulur Isun : Gatot Siswoyo

Dulur Isun : Gatot Siswoyo

(477 Views) December 9, 2016 6:29 am | Published by | No comment

Prihatin Bahasa Osing

gatot-siswoyo

Gatot Siswoyo

Banyuwangi, Memorandum – Terputusnya penggunaan ‘Bahasa Ibu’, terhadap bahasa keseharian yang diberikan kepada anak-anak sejak dini, merupakan fenomena tentang mulai lunturnya bahasa Ibu yang nota-bene adalah bahasa lokal. Dengan demikian, beberapa waktu kedepan hampir bisa dipastikan bahwa bahasa lokal, termasuk ‘Bahasa Osing’ perlahan tapi pasti akan mulai menghilang.

Demikian juga yang mulai terjadi dikalangan Masyarakat Osing Banyuwangi, yang sebagian besar mulai menggunakan ‘Bahasa Indonesia’ sebagai bahasa komunikasi sehari-hari dengan anak-anaknya, sehingga anak-anak sudah mulai merasa ‘asing’ dengan Bahasa Osing.

Bagi Gatot Siswoyo, Lare Osing asal Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, menganggap bahwa detik-detik mulai menghilangnya Bahasa Osing sudah terjadi. Sebagai Wong Osing Delles, Gatot merasa prihatin. “Itu adalah Bahasa yang digunakan dan diajarkan secara turun temurun oleh nenek-moyang kita sejak ratusan tahun silam. Ketika itu mulai luntur dan hilang, kita semua pasti merasa kehilangan,” kata Gatot.

Untuk itu, Gatot  berharap agar masyarakat peduli dan bersama-sama turut melestarikannya. “Bahasa Indonesia itu wajib, karena kita hidup di Indonesia. Tetapi Bahasa Daerah juga penting, karena itu bagian dari kultur-budaya masyarakat yang harus dijaga keleestariannya,” ungkapnya dengan nada prihatin. (Bud)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Dulur Isun : Gatot Siswoyo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*