Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » DULUR ISUN » Dulur Isun : Emil Nuryadi

Dulur Isun : Emil Nuryadi

(418 Views) May 11, 2016 10:09 am | Published by | No comment

Sang Gitaris

Emil Nuryadi

Emil Nuryadi

Banyuwangi, Memorandum – Lahir, tumbuh dan besar di lingkungan masyarakat tradisional, tidak lantas membuatnya lekat dengan hal-hal yang bersifat tradisional, termasuk dalam berkesenian. Begitulah yang muncul dalam diri Emil Nuryadi. Dalam hal berkesenian, Lare Osing kelahiran 30 Desember 1985 ini malah bisa dibilang jauh dari nuansa tradisional.

Namun demikian, kecintaannya terhadap tanah kelahiran ternyata mampu menggiringnya kembali ke kampung halamannya di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Padahal, kiprahnya sebagai pemain Gitar dengan jadual manggung yang cukup padat di Denpasar, cukup membuat isi kantongnya semakin mantab. Dan kini, Emil yang sudah akrab dengan alat musik Gitar sejak masih SD ini mengaku rela harus bolak-balik Denpasar – Banyuwangi. Ada apa kang..?

“Beberapa tahun lalu ketika pertama saya hijrah ke Denpasar untuk mengadu nasib di panggung hiburan, kondisi Banyuwangi masih sepi. Peluang saya untuk mengembangkan karier disini sangat tidak mungkin. Tetapi sejak beberapa tahun terakhir, saya hanya bisa melongo melihat perkembangan Banyuwangi. Yang membuat saya kagum, selain tetap bersikukuh merawat, menjaga dan melestarikan kesenian tradisionalnya, ternyata Banyuwangi juga mulai memberi ruang untuk aliran-aliran musik lain seperti; Jazz, Blues dll. Untuk itu, saya yakin akan bisa meneruskan karier saya di tanah kelahiran sini,” ungkap Emil, sesaat setelah manggung bareng dengan beberapa musisi internasional di acara ‘Oesing Culture Festival’ di Desa Banjar. Jreeng.. Oye Kang..!! (bud)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Dulur Isun : Emil Nuryadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*