Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » DULUR ISUN » Dulur Isun : Djohadi Timbul

Dulur Isun : Djohadi Timbul

(403 Views) May 12, 2016 10:19 am | Published by | No comment

Setia Menjaga Tradisi

djohadi timbul

djohadi timbul

Banyuwangi, Memorandum – Orang Banyuwangi layak berbangga hati, karena sebagian besar peninggalan leluhur yang berupa; adat-istiadat dan seni tradisi, masih relatif utuh dan terjaga dengan baik. Itu karena komunitas masyarakat beserta para tokoh dimana adat dan seni tradisi itu mampu bertahan hidup, begitu setia menjaga dan merawatnya.

Dari sedikit orang yang begitu setia menjaga adat-tradisi itu adalah; Djohadi Timbul, Wong Using asli kelahiran Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Pria bersahaja kelahiran 3 Juni 1947 itu bahkan bisa dibilang sebagai “kamus hidup” tradisi masyarakat Using.

Sampai saat ini, ada puluhan jenis selamatan dan berbagai ritual adat yang masih begitu dihafalnya, meski usianya sudah memasuki masa senja. Mulai dari waktu pelaksanaan, bentuk prosesinya sampai tujuan digelarnya sebuah selamatan atau ritual, semua masih diingatnya dengan baik.

Merasa berkewajiban untuk tetap melaksanakan berbagai ajaran yang diwarisan oleh para leluhur itu, Timbul merasa tugasnya tidak hanya menjaga, tetapi juga menuturkan dan menularkan kepada generasi dibawahnya agar tetap merawat dan melestarikannya.

Menurutnya, berbagai adat dan tradisi yang diwariskan oleh para leluhur itu adalah bentuk kearifan lokal yang harus tetap dijaga keberadaannya agar tidak sampai punah. “Kadhung sing awak dhewek, aju sapa maning hang gelem njaga!,” (Bila tidak kita sendiri, terus siapa lagi yang mau menjaganya) ungkap Timbul dalam Bahasa Using yang deles. Nggih Wyak…!! (bud)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Dulur Isun : Djohadi Timbul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*