February 17, 2018

Dulur Isun : Bripda Shindy Ade

Terbawa Emosi

Bripda Shindy, Dulur Isun

Bripda Shindy Ade

Banyuwangi, Memorandum – Maraknya kasus pencabulan anak-anak dibawah umur, sering membuat orang yang mengetahui ataupun mendengar kejadiannya menjadi sangat emosional. Terlebih, bagi ibu-ibu yang memiliki anak perempuan yang usianya belum dewasa.

Sikap itu pula yang sempat muncul dari diri Bripda Shindy Ade, Polwan yang bertugas di bagian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Banyuwangi, saat terlibat menangani kasus pencabulan anak-anak beberapa hari lalu. Bahkan, Polwan kelahiran 5 Maret 1994 ini dengan emosional menyebut pelaku pencabulan sebagai ‘Penjahat Kelamin’. “Emosional, jelas iya. Karena itu dilakukan kepada anak-anak,” ungkapnya nada dengan geram.

Tentang kejadian tersebut, Polwan Cantik ini berpendapat bahwa keluarga dan lingkungan memiliki peran sangat penting dalam perlindungan anak-anak. “Anak-anak harus dilindungi. Bahkan, Negara telah membuatkan undang-undang khusus untuk anak-anak. Jadi, semua pihak harus terlibat dalam perlindungan anak-anak. Mulai dari keluarga, lingkungan dan sekolah, semua memiliki tanggung-jawab. Jangan biarkan anak-anak lepas tanpa kontrol dan pengawasan,” tandas Bripda Shindy, yang mulai bertugas sebagai anggota Polwan sejak tahun 2014 ini. Siap, 86…!! (bud)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

banner 468x60