February 17, 2018

Dulur Isun : Adnan

Spesialis Panjak Gandrung

adnan

Adnan

Banyuwangi, Memorandum – Perawakannya yang tinggi tegap dan murah senyum, membuatnya gampang dikenali orang. Apalagi, dihampir setiap even besar seni-budaya yang digelar di Banyuwangi, tukang kendang (penabuh kendang) yang tinggal di Lingkungan Cungking, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri ini selalu tampil memukau dengan keterampilannya memainkan alat musik Kendang. Pria kelahiran 11 Maret 1966 yang punya nama singkat; Adnan ini mengaku sudah mulai pintar menabuh gendang sejak kelas 3 SD. “Yang paling lama saya ikut di grup-nya Mas Bari (Subari Sofyan, pemilik Sanggar Tari Sayu Gringsing, red.), sampai sekitar tahun 1993. Setelah itu ya sering main kemana-mana,” kata tukang kendang spesialis panjak Gandrung ini.

Kiprahnya sebagai penabuh alat musik tradisional itu ternyata membuahkan banyak pengalaman bagi dirinya. Pada tahun 1990, bersama beberapa seniman lain yang tergabung dalam Duta Kesenian Indonesia, selama 40 hari berkesempatan mempertunjukkan kepiawaiannya sebagai seniman tradisional di negeri Paman Sam, Amerika Serikat. “Waktu itu kita main berturut-turut di kota New York dan Washington,” ungkapnya bangga.

Selain di Amerika Serikat, Adnan juga pernah main di Nederland, Belanda pada tahun 2001. Kala itu, Adnan dan 11 orang seniman lain dari Banyuwangi secara khusus direkrut oleh musikus Inisisri untuk ikut tampil dalam sebuah festival perkussi internasional yang diselenggarakan di Belanda. Selama 2 bulan lebih Adnan dan kawan-kawan harus unjuk kebolehan di negeri kincir angin itu. Menyusul kemudian pada tahun 2003, Adnan juga tergabung dalam rombongan muhibah seni-budaya Indonesia ke Pyong-yang, Korea Utara dan Beijing, China.

Namun dibalik se-abreg pengalamannya itu, saat ini Adnan mengaku gelisah dan khawatir terhadap sulitnya melakukan re-generasi “tukang kendang” khususnya untuk panjak gandrung. “Sebenarnya anak-anak muda yang bisa main kendang itu banyak. Tapi kebanyakan mereka ikut main di grup-grup musik lain, bukan jadi panjak gandrung. Dan terus terang, sekarang ini sudah semakin sulit mencari tukang kendang yang bisa jadi panjak gandrung. Sudahlah, buktikan saja kalau nanti saya sudah tidak ada, pasti akan sulit mencari tukang kendang untuk panjak gandrung,” kata Adnan sembari mengelus dada. Byek, aju kelendi, Kang…?(bud)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

banner 468x60