February 12, 2018

Ditinggal Istri, Bobol Mobil Tetangga

gasak tv

Banyuwangi memorandum – Ditinggal sang istri kerja keluar negeri jadi TKW, suami malah mencuri televisi. Itu bagian nasib Saronik (32) yang kini menyandang status tersangka karena mencuri televisi mobil milik tetangga sendiri, Edy Kosim (36), warga Dusun Truko, Desa Karangsari Kecamatan sempu, kemarin (29/10).

Sementara Kapolsek Sempu AKP Jaenur Kholiq, Jumat sore (30/10). Menjelasakan Setelah ulahnya terungkap pelaku berdalih mencuri televisi mobil milik tetangganya lantaran tak punya uang pasca ditinggal istrinya kerja menjadi TKW di luar negeri.Alasan itu tetap diakomodir aparat. Tapi penyidik tetap mencari tahu alasan sebenarnya dalam proses pemeriksaan .

Itu pengakuan awal tersangka, ya kita hormati saja. Mengenai pendalaman tentang motif pencurian  sudah kita perintahkan anggota,” tegas pama asal Muncar.

Pencurian yang dijalani Saronik terungkap sekitar pukul 18.30 WIB, Kamis petang. Kala itu aparat Polsek Sempu sedang menggelar patroli rutin di kawasan Desa Karangsari. Begitu melintasi kediaman korban, polisi melihat tersangka keluar rumah sambil menenteng barang.

Anggota curiga lantas berusaha menghentikannya. Pas diinterogasi dia mengaku habis menggasak televisi mobil,” tegas Kapolsek AKP Jaenur .

Modusnya, kondisi rumah korban yang gelap dimanfaatkan Saronik untuk beraksi. Diam-diam dia mendekati mobil yang tengah diparkir di halaman. Sialnya lagi sang pemilik kendaraan lupa mengunci pintu mobilnya.

“Pelaku dengan mudah beraksi. Tidak butuh waktu lama televisi yang terpasang di dashboard langsung disikat,” tambahnya.

Untung saja ulah Saronik kepergok aparat yang sedang menggelar patroli. Jika tidak mungkin Edy akan sulit menemukan kembali barang berharga yang terpasang pada dashboard kendaraan roda empatnya.

Kita pesan pada pemilik kendaraan agar jangan lupa mengunci pintu mobil sebelum meninggalkan di lokasi parkir. Lebih bagus bila mobil dilengkapi dengan alarm supaya sinyal bahaya bisa didengar dari kejauhan,” saran perwira berdarah Sunda. Sejauh ini, Saronik masih mengaku sebagai maling pemula. Dia mengaku nekad mencuri lantaran butuh uang untuk makan. Sayang barang curian itu belum sempat terjual sehingga belum ada duit bisa untuk membeli makanan (mam)

Sumber : Koran Harian Memorandum

MEMORANDUM

banner 468x60