February 13, 2018

Dengan Buah Lokal, Banyuwangi Bersiap Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

buah naga banyuwangiNegara-negara yang tergabung dalam ASEAN mulai Desember 2015 akan memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Di saat itu, hubungan antar negara di kawasan Asia Tenggara ini akan semakin erat dan masif, mulai dari soal perdagangan, pendidikan, tenaga kerja dan sebagainya.

Banyak yang menganggap Indonesia belum siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Tapi Kota Banyuwangi di Jawa Timur sejak jauh hari memastikan diri siap menyambut perubahan itu.

“Di Masyarakat Ekonomi ASEAN salah satu substansinya adalah kompetisi. Untuk mempersiapkan era kompetisi ini rakyat harus diberi kepercayaan,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Salah satu kesiapan yang ditunjukkan Banyuwangi adalah soal produksi buah lokal. Banyuwangi saat ini dikenal sebagai sentra buah naga merah. Banyuwangi mengaku tetap kebanjiran buah impor dan tidak ada larangan untuk impor buah.

“Kita tidak bisa melarang impor buah, tapi kalau impor buah itu masuk tapi tidak ada yang beli, kan tidak laku juga.”

Demi mendukung kesuksesan produksi buah dalam negeri, Pemkab Banyuwangi memberi himbauan khusus bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS). Di Banyuwangi terdapat 14 ribu PNS.

“Kita memproteksi pasar dengan menghimbau PNS agar tidak boleh makan buah impor,” jelas Bupati Abdullah Azwar Anas.

Aturan ini sudah diberlakukan sejak tiga tahun lalu, ketika sang bupati mulai menjabat. Larangan ini berlaku dari tingkat bupati sampai RT/RW, termasuk tidak boleh menghidangkan buah lokal dalam acara yang diadakan oleh Pemkab Banyuwangi. “Bahkan orang menjenguk ke rumah sakit pun tidak boleh memberi buah impor, harus buah lokal.”

Bupati Abdullah meyakini kalau langkah ini terus dilakukan maka ini akan meningkatkan daya saing masyarakat lokal dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 nanti. (portalkbr.com)

banner 468x60