Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PERISTIWA » Cekcok, Penumpang Kapal Dituduh Sebagai Teroris

Cekcok, Penumpang Kapal Dituduh Sebagai Teroris

(163 Views) July 14, 2017 6:01 pm | Published by | No comment

Petugas sedang menginterogasi M. Riski Fauza Arifin Sambil menunggu kedatangan ibunya

Banyuwangi, Memorandum – Keributan terjadi diatas sebuah kapal penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Rabu (12/7) malam. Seorang penumpang diteriaki sebagai teroris oleh penumpang lain. Cek cok pun sempat terjadi antara keduanya. Belakangan diketahui penumpang yang menuduh penumpang lain sebagai teroris itu dalam kondisi stres.

Keributan itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Awalnya, M. Riski Fauza Arifin, (20),  warga Perum Staf Pengajar Polman, Kota Bandung, Jawa Barat dan Lukman Hakim, (41), warga Dusun Cangakan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, sama-sama menumpang kapal penyeberangan pelabuhan Ketapang hendak menuju Bali.

Kedua orang ini secara kebetulan melaksanakan sholat di Musholla Kapal. Usai melaksanakan sholat, Riski Fauza Arifin, bermaksud menjabat tangan Lukman Hakim. Namun saat itu Lukman Hakim tidak melihat uluran tangan Riski Fauza yang hendak berjabat tangan. “Saat itu Lukman Hakim sedang khusuk berdoa,” ujar Kapolsek Kawasan Pelabuhan (KP) Tanjungwangi, AKP Sudarmaji.

Karena Lukman Hakim tak kunjung merespon ajakannya untuk berjabat tangan, tiba-tiba Riski Fauza Arifin berteriak-teriak dan menyebut Lukman Hakim sebagai teroris. Teriakan ini tentu saja memancing perhatian penumpang lain. Sempat terjadi cek-cok antara kedua orang ini. Keributan itu akhinya diketahui petugas Polsek KP Tanjungwangi. Kedua orang inipun dibawa ke Polsek KP Tanjungwangi.

Kedua orang inipun langsung diinterogasi petugas. Hasilnya, tuduhan yang dilontarkan Riski Fauza Arifin tidak terbukti. Sebab Lukman Hakim hanya seorang penjahit yang akan bekerja di Bali. “Setelah kita periksa barang bawaan Lukman Hakim hanya tas yang berisi pakaian dan tidak ada bahan peledak atau sejenisnya,” jelas mantan Kasat Sabhara Polres Banyuwangi ini.

Ternyata, lanjut Sudarmaji, Riski Fauza Arifin mengalami depresi dan jiwanya sedang labil. Mahasiswa sebuah universitas ternama di Bandung ini juga mengakui dirinya mengalami semacam gangguan jiwa. Dia mengaku tidak bisa mengendalikan dirinya dan sering bicara sendiri sejak 2015 hingga saat ini.

Untuk mematikan hal ini, Sudarmaji mengaku telah menghubungi Euis Lina, ibu Riski Fauza Arifin melalui telepon. Hasilnya, Euis Lina membenarkan Riski Fauza Arifin sedang stres. Kondisi itu terjadi karena yang bersangkutan mempelajari ilmu beladiri yang dikombinasi dengan semacam ilmu karomah. “Menurut Ibunya, yang bersangkutan saat ini sedang menjalani terapi di Malang,” ungkap Sudarmaji.

Saat ini Sudarmaji tengah menunggu kedatangan Euis Lina yang akan menjemput anaknya. Perempuan, kata Sudarmaji, meminta pihaknya mengamankan anaknya sampai dia datang. Sementara Lukman Hakim langsung diperbolehkan melanjutkan perjalannnya ke Bali.(jai)

Sumber | Surat Kabar Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Cekcok, Penumpang Kapal Dituduh Sebagai Teroris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*