Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PEMERINTAHAN » Butuh Uang Cepat, Perhutani Tanam Jeruk

Butuh Uang Cepat, Perhutani Tanam Jeruk

(521 Views) January 16, 2017 11:48 am | Published by | 1 Comment

Buah jeruk ditengah hutan produktife Perhutani Banyuwangi Selatan

Banyuwangi, Memorandum – Lahan produktif milik perhutani ditanami dengan tanaman buah jeruk. Lokasinya berada di RPH Kedung Gebang, BKPH Blambangan, KPH, Banyuwangi Selatan. Padahal pada lahan tersebut juga terdapat tanaman produksi berupa pohon Mahoni. Pihak Perhutani KPH Banyuwangi Selatan menyebut penanaman tanaman buah jeruk itu dikerjasamakan dengab investor.

Penelusuran yang dilakukan Memorandum, lahan Perhutani yang ditanami tanaman buah jeruk tersebut berada di Petak 119, 120, 121, RPH Kedung Gebang, BKPH Blambangan, KPH, Banyuwangi Selatan. Pohon jeruk tersebut berada diantara pohon Mahoni yang saat ini yang diamaternya antara 5 hingga 10 cm.

Dikornfirmasi mengenai penanaman pohon jeruk tersebut, Administratur Perhutani Banyuwangi Selatan, Agus Santoso, enggan berkomentar. Pria ini justru mencontohkan lokasi-lokasi hutan yang ditempati dan dimanfaat warga. “Itu di dekat pulau merah ada rumah yang berada dikawasan hutan lindung, ditempati warga kok tidak ada yang menuntut,” ujarnya dihubungi melalui telepon.

Dari nada bicaranya, pria ini terkesan keberatan saat Memorandum menanyakan penanaman pohon jeruk di lokasi tersebut. Setelah beberapa kali diminta penjelasan terkait hal itu, Agus Santoso akhirnya mengarahkan untuk melakukan konfirmasi dengan Wakil Administratur Perhutani Banyuwangi Selatan, Heva Tulus Hidayat.

Kepada Memorandum, Heva Tulus Hidayat tidak membantah adanya tanaman jeruk di lokasi tersebut. Menurutnya, penanaman pohon buah jeruk itu dikerjasamakan dengan investor. Menurutnya, pengelolaan lahan yang dikerjasamakan itu secara aturan diperbolehkan. “Ada aturannya, berupa Kepres (Keputusan Presiden) tapi saya lupa nomornya, Perhutani butuh duwit cepet, kalau kayu bisa 40 tahun baru panen,” ujar pria yang dipanggil Heva ini.

Aturan tersebut menurutnya memperbolehkan 40 % lahan ditanami selain tanaman produksi. Penanaman tamanan non tanaman produksi ini dilakukan pihak lain yang sudah melakukan kerjasama dengan Perhutani. “Misal satu petak itu bisa ditanami 1000 pohon maka yang 400 pohon bisa di tanami pohon non tanaman produksi,” jelasnya.

Menurutnya, pengelolaan lahan yang dikerjasamakan dengan pihak lain ini menurutnya tidak hanya di petak tersebut. Menurutnya, di wilayah Pancer, Sukamade dan Wongsorejo juga dilakukan hal yang sama. “Kalau tanaman produksi seperti jati kan panennya nunggu puluhan tahun, kalau tanaman seperti ini setiap tahun sudah bisa mendapatkan hasil,” bebernya.(jai)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

1 Comment for Butuh Uang Cepat, Perhutani Tanam Jeruk

  • SugiYanto says:

    Apa bner aturanya seperti itu pak?. Kalo emang begitu siap2 aja 10=20 th lagi orang banyuwangi akan kekeringan berkepanjangan, krena salah satu fungsi hutan yaitu menahan air akan berkurang 40 %. walaaaaah……..koyok opo dadine banyuwangi?. Tlg pak DPR, apa ada yang kurang bener nih….?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*