February 16, 2018

Bupati Anas Optimis, Pendapatan Banyuwangi Tahun 2017 Diproyeksi Naik 2,7 Triliun

pendapatan-kua-ppas-banyuwangi

Bupati Anas membacakan Penyampaian nota pengantar Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Prioritas Anggaran (PPAS) APBD 2017 di DPRD Banyuwangi

Banyuwangi, Memorandum – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Kabupaten Banyuwangi tahun 2017 mulai digelar, dengan diawali penyampaian pengantar Kebijakan Umum Anggaran (KUA)dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2017 oleh Bupati Banyuwangi,H.Abdullah Azwar Anas,M.Si. dalam Rapat Paripurna Dewan yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, Ismoko, Selasa (11/10)

Dalam Nota Pengantar KUA-PPAS APBD Banyuwangi tahun 2017, Bupati Anas mengatakan, tahun 2017 sebagai tahun konsolidasi fiskal nasional dan daerah. Di bidang pendapatan daerah akan dilakukan perbaikan perhitungan penerimaan pajak dan retribusi daerah,agar sejalan dengan basis perhitungan penerimaan yang lebih rasional.

Sedangkan pada Belanja daerah, akan dilakukan efisiensi dan penajaman pada belanja operasional, dengan tetap fokus pada pembangunan pendidikan,kesehatan,pertanian, pariwisata dan UKM. Dengan dukungan infrastruktur,pengendalian lingkungan sosial serta reformasi birokrasi secara berkelanjutan.

Sembilan kebijakan Utama Pemerintah Daerah tahun 2017, diantaranya, meningkatkan belanja infrastruktur untuk memperkuat konektifitas antar kawasan,antar kecamatan dan desa untuk mendukung sektor pertanian,pariwisata dan perdagangan. Meningkatkan efisiensi belanja daerah,dengan fokus penguatan belanja publik yang lebih tepat sasaran dan pengendalian belanja operasional perangkat daerah yang kurang prioritas.

“Mendukung penguatan desentralisasi Desa melalui pemenuhan secara bertahap Alokasi Dana desa sesuai amanat UU No.6 tahun 2014 tentang Desa” Ucap Bupati Abdullah Azwar Anas ketika membacakan Nota Pengantar KUA-PPAS APBD 2017 dihapan anggota DPRD.

Selanjutnya,Pendapatan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2017 diproyeksikan mencapai Rp. 2,72 Trilyun atau naik sebesar 8,72 persen dibandingkan dengan Pendapatan Daerah tahun 2016 sebesar Rp. 2,50 Trilyun. Belanja daerah diproyeksikan sebesar Rp. 2,90 Trilyun , atau mengalami kenaikan sebesar Rp.101,93 Milyar dari tahun 2016 sebesar Rp. 2,80 Trilyun.

“APBD Banyuwangi  diarahkan sebagai upaya antisipatif terhadap dinamika situasi yang di fokuskan untuk mempertahankan dan menguatkan ekonomi daerah,peningkatan efisiensi, dan efektifitas pelaksanaan program kegiatan prioritas pembangunan daerah” Ungkap Bupati Anas.

Pembiayaan Daerah, berdasarkan rancangan belanja dan pendapatan pada APBD tahun 2017, terjadi difisit pendapatan atas belanja sebesar Rp. 181,0 Milyar, yang ditutp dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun lalu yang meningkat sebesar Rp. 181,0 Milyar.

Usai pembacaan dan penyerahan dokumen Nota Pengantar KUA-PPAS APBD Banyuwangi Tahun 2017, dan sebelum rapat paripurna ditutup. Wakil Ketua DPRD,Ismoko menyampaikan,bahwa DPRD akan segera mempelajari draft KUA-PPAS yang diajukan eksekutif. KUA-PPAS APBD akan dicermati oleh masing-masing Komisi bersama SKPD. Hasil pencermatan komisi=komisi tersebut, selanjutnya akan dibahas kembali oleh Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah. (ydi)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

banner 468x60