February 19, 2018

Besuk Pejuang, Cetuskan Gerbang Pancasila

Veteran-1

– Pengurus LVRI berfoto bersama sesepuh pejuang I Ketut Sidera (duduk di kursi roda).

Banyuwangi, Memorandum – Puluhan veteran pejuang dan pembela kemerdekaan yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Senin (23/5) pagi kemarin membesuk sesepuh veteran pejuang, I Ketut Sidera, yang telah lama sakit di kediamannya di Karangente, Banyuwangi.  Tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga berdialog karena sudah cukup lama tidak bertemu dengan mantan anggota DPRD Jawa Timur tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Ketut yang duduk di kursi roda mencetuskan ide Gerakan Kebangkitan (Gerbang) Pancasila. Ide tersebut tercetus berangkat dari keprihatinan terhadap kurang dihayatinya nilai-nilai Pancasila akhir-akhir ini. Isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) juga menjadi perhatian serius bagi pria usia 86 tahun tersebut.

Pejuang yang pernah bertempur mengusir tentara NICA dari Bali itu mengatakan, komunis atau PKI tidak mungkin bisa bangkit kalau kita tetap menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Tidak hanya menempelkan Garuda Pancasila sebagai simbol di tembok kantor saja. “Kebangkitan PKI hanya bisa dilawan dengan tetap menghayati nilai-nilai Pancasila dan menempatkannya di dalam hati kita, di dada kita,” cetus pejuang yang kehilangan sebelas saudaranya yang gugur dalam pertempuran pada tahun 1947 itu.

Di hadapan para veteran LVRI dan  pengurus DHC 45, Ketut mengajak untuk membangkitkan kembali Pancasila melalui gerakan Gerbang Pancasila. “Mari kita bangkitkan kembali Pancasila dengan menggaungkan  Gerbang Pancasila. Dimulai dari diri kita dan digaungkan di seluruh Indonesia ,” seru Ketut.

Sementara itu, Suminto, ketua LVRI Cabang Banyuwangi mengakui, saat ini jasa-jasa pahlawan semakin kurang dihargai. Padahal, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya. Namun, yang terjadi sekarang, kata dia, justru terbalik. Perhatian kepada para veteran dari pemerintah juga kurang sekali. “Mohon maaf apabila kami jarang muncul di acara-acara pemerintahan, karena kami memang tidak pernah diundang,” curhat Suminto kepada Ketut. (bud)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

banner 468x60