February 19, 2018

Banyuwangi Sabet Government Award

BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berhasil meraih Government Award 2014 karena dinilai bisa memajukan sektor industri kreatif berbasis pariwisata.
Penghargaan diserahkan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Jakarta, Rabu malam (19/3/2014). Acara penganugerahan itu juga dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana. Penghargaan juga diserahkan kepada sejumlah kabupaten/kota lainnya untuk kategori tertentu. Penghargaan ini diinisiasi oleh sebuah majalah nasional terbitan Jakarta.
Dewan juri penghargaan itu terdiri atas para peneliti di Indonesia Research Center dan pakar otonomi daerah Prof Ryas Rasyid.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya memang getol mendorong kemajuan industri kreatif berbasis pariwisata. “Sejumlah subsektor industri kreatif, seperti seni pertunjukan, desain, arsitektur, fesyen, kerajinan, dan pasar barang seni kami dorong agar tumbuh dan bisa berdampak secara ekonomi ke masyarakat.

Semua sub-sektor industri kreatif yang didorong itu adalah sektor yang ada kaitannya dengan pariwisata yang memang kini tengah digenjot oleh Banyuwangi. “Jadi pariwisata yang giat kami bangun ini tidak tercerabut dari potensi lokal. Industri kreatif yang tumbuh berbasis pada sumberdaya masyarakat lokal,” papar Bupati Anas.

Sejumlah sektor yang terkait dengan industri kreatif berbasis pariwisata di Banyuwangi menunjukkan peningkatan. Misalnya, sektor jasa hiburan kebudayaan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dalam setahun terjadi nilai tambah Rp22,3 miliar pada 2011 menjadi Rp26,2 miliar pada 2012.

Sektor kuliner terepresentasi dari nilai tambah restoran yang meningkat dari Rp.560,5 miliar menjadi Rp.54,4 miliar. Adapun sektor perhotelan tumbuh dari Rp.286,6 miliar menjadi Rp.341,8 miliar

Sektor tekstil, barang kulit, dan alas kaki yang lekat dengan kerajinan rakyat, dalam setahun pada 2012 menghasilkan transaksi  Rp.4,7 miliar, tumbuh dari tahun sebelumnya sebesar Rp.4 miliar. Sedangkan sektor kertas dan barang cetakan naik dari Rp.155,2 menjadi Rp.175,1 miliar.
Perkembangan subsektor industri berbasis wisata tersebut selaras dengan pertumbuhan sektor pertanian yang berdasarkan data BPS terjadi nilai tambah dari Rp.12 triliun menjadi Rp.13,9 triliun. “Ini bukti bahwa integrasi antar-sektor, yaitu dari sektor primer (pertanian) ke sektor sekunder (industri pengolahan) dan tersier (jasa, termasuk wisata), berlangsung dengan baik. Sehingga pertumbuhan ekonomi merata,” ujar Bupati Anas. (Humas & Protokol)

banner 468x60