Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » BANYUWANGI FESTIVAL » Banyuwangi Gelar Atraksi Budaya Barong Ider Bumi

Banyuwangi Gelar Atraksi Budaya Barong Ider Bumi

(1266 Views) August 1, 2014 8:21 pm | Published by | No comment

barong ider bumiBANYUWANGI – Pariwisata event kembali digelar di Banyuwangi, Jawa Timur. Selasa (29/7/2014), Barong Ider Bumi yang masuk dalam rangkaian Banyuwangi Festival 2014.

Barong Ider Bumi adalah upacara adat Suku Osing, suku asli Banyuwangi, yang dilaksanakan setiap hari kedua bulan Syawal sesuai penanggalan Islam. Atraksi budaya ini digelar di Desa Kemiren, sebuah desa adat yang menjadi basis Suku Osing.

Barong adalah semacam kostum dengan topeng dan pernak-pernik sebagai penggambaran hewan yang menakutkan. Dalam mitologi masyarakat Osing dipercaya sebagai lambang kebaikan yang mempunyai kemampuan untuk mengusir roh-roh jahat. Masyarakat Suku Osing percaya dengan melakukan Barong Ider Bumi, kehidupan setahun mendatang akan membahagiakan.

Di hari kedua Lebaran tahun ini, dimulai pukul 14.00 WIB, seluruh warga Kemiren keluar rumah mengarak tiga barong Osing yang diawali dari pusaran (gerbang masuk) desa ke arah barat menuju tempat mangku barong sejauh dua kilometer. Selama diarak warga, barong-barong tersebut juga diikuti para sesepuh desa yang berjalan beriringan sambil membawa dupa dan melafalkan doa-doa untuk keselamatan seluruh warga. Tak lupa, tabuhan musik khas Osing juga mengiringi. Sangat meriah namun tetap sakral.

Sesepuh adat Desa Kemiren, Timbul, mengatakan, upacara adat leluhur ini digelar sebagai bentuk syukur pada Yang Kuasa atas karunia-Nya yang telah memberikan ketenteraman dan kemakmuran kepada warga desa. Tradisi ini juga dipercaya dapat menghilangkan bala bencana. “Dalam kepercayaan masyarakat Osing, Barong ini dirasuki roh leluhur,” tutur Timbul.

Setelah diarak sejauh dua kilometer, para Barong digiring kembali ke pusaran untuk selamatan bersama. Nah di sinilah puncak acaranya, yakni selamatan dengan menggunakan tumpeng pecel pitik (ayam kampung yang dibakar dengan ditaburi kelapa) sebagai wujud rasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan keberkahan.

Tumpeng pecel pitik ini jumlahnya banyak sekali karena tiap keluarga menyuguhkan pecel pitik untuk makan bersama-sama. “Ini dianggap sebagai sedekah Syawal. Sehari sebelumnya, masyarakat membuat kupat lepet dan kue-kue tradisional khas Banyuwangi untuk dibagikan kepada penonton,” terang Timbul.

Meski digelar di hari kedua Lebaran, Barong Ider Bumi ini disaksikan ribuan warga, baik dari Banyuwangi maupun luar Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pelestarian tradisi ini merupakan ikhtiar untuk tetap menjaga kearifan lokal (local wisdom) di daerah. Tradisi yang telah berjalan puluhan bahkan ratusan tahun ini telah mampu menjadi pilar penyangga kehidupan masyarakat.

Bupati Anas menambahkan, tradisi Barong Ider Bumi dan tradisi-tradisi lainnya mulai dikemas sebagai bagian dari wisata budaya yang bisa menciptakan perputaran ekonomi. Karena itu, sejumlah agenda budaya lokal dimasukkan dalam rangkaian Banyuwangi Festival 2014. Festival yang telah berjalan dalam tiga tahun terakhir tersebut dimulai sejak Mei hingga Desember 2014. Sejumlah agenda budaya yang masuk dalam rangkaian Banyuwangi Festival antara lain Barong Ider Bumi, Tari Seblang, Festival Kebo-keboan, dan Festival Gandrung.

“Berbeda dari kota lain yang membawa tema global ke lokal, kami justru ingin membawa tema lokal ke ranah global agar bisa terjalin saling kesepemahaman untuk mewujudkan kehidupan dunia yang lebih baik,” ujar Bupati Anas.

Sementara itu, budayawan Banyuwangi, Hasnan Singodimayan menyatakan kegembiraannya karena ritual adat Barong Ider Bumi ini dimasukkan dalam agenda Banyuwangi Festival. Menurut Hasnan, konsekuensi dengan diangkat dalam Banyuwangi Festival, manajemen acaranya bisa tertata rapi. “Bila dulu kendaraan masih ada yang lalu lalang saat slametan, sekarang jalannya ditutup untuk motor. Sekarang lebih sakral, karena semua lebih tertata,” pungkas Hasnan. (Humas Protokol-banywuangikab.go.id)

Categorised in: ,

No comment for Banyuwangi Gelar Atraksi Budaya Barong Ider Bumi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*