February 15, 2018

Banyuwangi Akan Stop Izin Pengusaha Luar

Raperda Toko Modern

– Ketua Pansus Raperda Perubahan Perda No. 11 tahun 2014, Sofiandi Susiandi

Banyuwangi, Memorandum – Pengusaha ritel, Toko Modern atau Mall jejaring seperti halnya Alfamart, Indomaret, Matahari, nampaknya akan kesulitan berinvestasi di Banyuwangi. Berdasarkan hasil pembahasan akhir Raperda Perubahan Perda No. 11 tahun 2014, Pansus bersama eksekutif hanya memberikan ijin pendirian toko modern kepada pengusaha lokal.

Ketua Pansus, Sofiandi Susiadi, A.Md mengatakan, pembahasan revisi Perda No. 11 tahun 2014, khususnya terkait pasal yang mengatur ijin pendirian toko modern yang sempat menjadi tarik ulur antara Pansus dan eksekutif,akhirnya menghasilkan kesepakatan bersama. Keinginan Pansus untuk tetap melarang pemberian ijin pendirian toko modern jejaring diakomodir oleh eksekutif. Sebaliknya keinginan eksekutif memberlakukan  syarat pendirian toko modern berjarak 4 Kilometer,dengan luas lahan 1,5 Hektar disepakati oleh Pansus DPRD. “Ketentuan pendirian toko modern sebatas Minimarket tersebut, kesempatan itu hanya diberikan kepada pengusaha lokal maupun Koperasi yang berdomisili di Banyuwangi” kata Sofiandi Susiadi kepada Memorandum finalisasi Raperda, Senin (2/5) kemarin.

Menurutnya, klausul lainya yang diatur melalui perubahan Perda No. 11 Tahun 2014 dan telah menjadi kesepakatan yakni; pemberlakuan Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD) bagi pengusaha tambang galian C yang mempunyai ijin. Sebagai pintu masuk pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah. Namun regulasi ini akan diberlakukan setelah Perda disahkan dan mendapatkan evaluasi dari Gubernur Jawa Timur. “Pajak galian C dikenakan kepada penambang yang telah mempunyai ijin, bukan kontraktor,” jelas Sofiandi.

Selanjutnya ketentuan pendirian tempat hiburan, yang diperbolehkan hanya karaoke keluarga sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Perda Kabupaten Banyuwangi No. 10 Tahun 2014 tentang pendirian tempat hiburan di Banyuwangi. Sedangkan ijin pendirian Hotel kelas melati ditutup dan pengusaha dianjurkan mendirikan dematory atau Homestay. (ydi)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

banner 468x60